Sabtu, 6 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bentrok Suporter PSPS

PSPS Hanya Akui Dua Kelompok Suporter

Direktur utama (Dirut) PT PSPS Anto Rahman ikut angkat bicara terkait kisruh sesama kelompok suporter PSPS yang terjadi

Tayang:
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Direktur utama (Dirut) PT PSPS Anto Rahman ikut angkat bicara terkait kisruh sesama kelompok suporter PSPS yang terjadi, Minggu (10/3) lalu. Anto Rahman pun menegaskan hanya dua suporter yang diakui PSPS.

"Saya disini menyatakan suporter yang diakui Asykar Theking. Saya termasuk salah satu pendirinya. Tindakan yang dibuat suporter lain sudah masuk kriminal," kata Anto Rahman dalam konfrensi pers, Rabu (13/3).

Tindakan suporter lain yang dimaksud Anto Rahman adalah terkait kisruh suporter Minggu itu yang melibatkan dua kelompok suporter PSPS yakni Asykar Theking dan Curva Nord. Dalam keributan tersebut, satu orang suporter yang diketahui kelompok Asykar Theking bernama Tegar meninggal dunia. Diduga pihak Curva Nord yang menyebabkan nyawa Tegar melayang.

Mengenai kasus ini, kata Anto Rahman, pihaknya akan menyelesaikan secara jalur hukum dan ini harus diselesaikan. Karena kalau dibiarkan, efeknya akan merusak PSPS sendiri.

Ditegaskannya kembali, yang diakui sebagai suporter resmi PSPS adalah Asykar Theking. Kelompok suporter lain yang mengklaim juga suporter PSPS, tidak diakui oleh manajemen dan direktur PSPS.

Seperti saat ini banyak kelompok suporter yang mendukung PSPS. Catatan Tribun, ada sebanyak lima kelompok suporter yakni Asykar Theking, Curva Nord, Hangtuah Mania, Ultras dan terkahir yang baru terbentuk Laskar Tabano.

"Tidak pernah saya setujui (membentuk suporter baru), saya sebagai Dirut PSPS. Mau itu Hangtuah mania dan lainnya. Setau saya hanya Asykar Theking. Kalau mereka bikin suporter sendiri silahkan. Tapi dalam tim tidak pernah kita akui. Tidak pernah kita suport (bantu) mereka sebagai suporter. Kita juga tidak bertanggungjawab atas tindakan mereka," kata pria yang menjabat ketua salah satu OKP di Riau ini.

Namun Anto Rahman memberi pengecualian kepada Laskar Tabano, yang baru terbentuk. Menurutnya, Laskar Tabano merupakan suporter lokal Bangkinang yang memang mendukung PSPS. Laskar Tabano juga merupakan suporter PSBS Bangkinang.

"Itu (Laskar Tabano) kita akui. Itu suporter lokal. Jadi ada dua yang kita akui. Dan saya jamin itu tidak bikin ribut dan masih bisa dikontrol. Manfaatnya juga mendukung tim," ujar Anto.

Anto Rahman pun mengaskan di stadion kala menonton PSPS bertanding, kelompok suporter selain Asykar Theking dan Laskar Tabano - kelompok suporter lain tidak dibenarkan menggunakan atribut kelompoknya sendiri. Penggunaan bendera serta atribut lainnya dilarang. Untuk hal ini, Anto akan berkoordinasi dengan ketua Panpel lokal Bangkinang.

"Kalau mau mereka nonton silahkan. Tapi mereka seperti penonton biasa. Tidak ada atribut atau baju yang mennadakan suporter lain," katanya.

Anto pun mencurigai, kegaduahn yang terjadi Minggu (10/3) tersebut ada maksud tertentu. Karena, menurutnya, keributan seperti itu bukan murni suporter lagi.

Ia pun mengaku cukup capek mengurus permasalahan suporter ini. Sebab keributan semacam ini sudah kerap terjadi walau memang baru kali ini yang menyebabkan korban jiwa. Padahal permasalahan di tim PSPS sendiri belum selesai, ditambah lagi dengan kisruh suporter ini.

"Saya tidak bisa tolelir yang seperti ini. Capek kita belum lagi tim yang diurus, muncul pula lagi ini. Saya minta di ekspos, jangan diprovokasi. Sama saya sebagai Dirut PSPS, tidak ada kontribusinya sama kami. Bikin pusing kepala," kata Anto.

Salah satu suporter yang tak diakui manajemen dan jajaran direktur PSPS, Hantuah Mania tidak terlalu mempermasalahkan adanya pernyataan yang menyebutkan suporter yang diakui dan tidak diakui. Hanya saja kelompok Hangtua Mania berharap PSPs tetap eksis.

"Kita tidak mempermasalahkan itu. Kan mereka bagian dari situ. Kita juga sekarang sedang vakum sebab PSPS sudah pindah ke Bangkinang. Kita respon juga, manajemen tidak pernah mendengar kita," kata ketua umum Hangtuah Mania, Andi Pandeka pada Tribun.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved