Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

David : RSUD Taluk Kuantan Sudah Tangani Riyanto Dengan Baik

Direktur RSUD Taluk Kuantan, David Holoan mengatakan, pihaknya sudah melakukan prosedur penyelamatan terhadap pasien Riyanto

Penulis: Budi Rahmat | Editor:
Laporan : Budi Rahmat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Direktur RSUD Taluk Kuantan, David Holoan mengatakan, pihaknya sudah melakukan prosedur penyelamatan terhadap pasien Riyanto yang akhirnya meninggal minggu lalu. Penolakan keluarga pasien terhadap  permintaan RSUD agar Riyanto di masukkan ke ruang ICU menjadi salah satu penyebab nyawanya tidak tertolong lagi.

"Saya sudah konfirmasi ke dokter dan ahli bedah. Bahwa pasien atas
nama Riyanto tidak bisa dirujuk kerumah sakit lain. Dia harus segera
dimasukkan ke ruang ICU. Namun keluargnya menolak, " ujar David kepada Tribun, Selasa (28/5).

Menurutnya, dengan kondisi pasien yang sudah kritis, pasien harus
dimasukkan ke ruang ICU da tidak bisa lepas dari alat-alat yang ada
diruangan tersebut. "Artinya pasien tidak bisa lepas dari alat-alat
bantu penyelatan di ruang ICU. Karena Kondisinya sudah kritis, " terang David.

David menuturkan, kondisi pasien sudah sangat berat. Bahkan, jikapun
dimasukkan ke ruang ICU, kemungkinan bisa selamat sangat kecil.
"Pasien sudah dalam keadaan berat. Mengalami trauma capitis atau
trauma/cedera pada bagian kepala. Makanya sudah seharusnya dimasukkan ke ruangan ICU, " terangnya.

Saat menyampaikan prosedur tersebut menurut David, pihak keluarga
pasien tidak bisa memenuhinya dengan alasan ketiadaan uang. David menolak jika pihak rumah sakit tidak mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Menurutnya, untuk pasien yang butuh penanganan khusus, pihak rumah sakit harus meminta izin ke keluarga pasien.

"Banyak pasien tabrakan yang tidak jelas keluargannya, kami langsung
arahkan ke ruang ICU. Jika memang ada keberatan pada keuangan, kami juga berikan waktu 2x24 jam untuk mengurus surat keterangan miskin, sembari pasien kami tangani, jika diberikan izin. Dan jika memang kondisi keuangan tidak mencukupi, pihak rumah sakit bisa
merekomendasikan gratis lewat kebijakan direktur, " papar David.

Melihat kronologi peristiwa itu, David kembali menegaskan jika
pihaknya sudah melalui prosedur. Bahkan menurutnya, RSUD Taluk Kuantan sendiri sudah memiliki enam ruangan dengan peralatan yang lengkap.

"Kami meminta keluarga pasien juga memahami prosedur yang ada.
Bukannya kami melalaikan kondisi pasien, apalagi yang butuh penanganan serius, " imbuh David.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taluk Kuantan disebut-sebut telah melakukan pembiaran terhadap pasien tabrakan, hingga menyebabkan si pasien meninggal dunia. Pihak keluarga menyesalkan perlakuan tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi pada pasien lainnya.

Maemunah menceritakan, adiknya mengalami tabrakan ketika akan menuju ke daerah Taluk Kuantan. Adiknya yang dibonceng, mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis. Saat itu bantuan datang dan sempat membawanya ke puskesmas terdekat. Namun, kemudian kembali dirujuk ke RSUD Taluk Kuantan.

"Adik saya, Riyanto saat itu sangat butuh pertolongan. Makanya ketika
dirujuk ke RSUD besar harapan nyawanya bisa ditolong. Namun, harapan itu seperti melayang, ketika mendapati kebijakan dan perlakuan dari pihak rumah sakit, " cerita Maemunah kepada Tribun melalui ponselnya, Senin (27/5).

Diterangkan perempuan asal aceh ini, tiga hari adiknya itu  membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sampai akhirnya pihak rumah sakit mengambil keputusan merujuk adiknya ke RSUD Pekanbaru. Namun, itu sudah terlambat. Riyanto sudah tidak mampu bertahan da akhirnya menghambuskan nafasnya.

Meamunah menyebutkan, jika saja pihak rumah sakit lebih cekatan dan
mengambil keputusan yang bijak dan berdasarkan pertimbangan, maka
kemungkinan peluang adknya tertolong akan semakin besar. Namun, itu tidak dilakukan. Justru saat keluargnya dari Aceh akan ke Taluk, baru pihak rumah sakit mulai merujuknya,

Maemunah sendiri sempat bertanya, bagaimana kondisi adiknya itu.
Namun, kpihak rumah sakit memberikan pengertian saja. Bahwa kondisinya baik-baik saja. Hanya terjadi benturan dikepala.

"Saya hanya diminta berdoa dan bersabar saja. Tapi saya tidak melihat
ada penanganan yang baik, " terang Maemunah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved