Rabu, 8 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Masih Banyak Guru Riau Gaptek

UPT TIKP Gelar Pelatihan e-Pembelajaran

Penulis: | Editor:
Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tak bisa dipungkiri, saat ini masih banyak guru yang melakukan proses pembelajaran dengan pola konvensional. Padahal, teknologi informasi komunikasi (TIK) berkembang begitu pesat. Termasuk di dunia pendidikan.

Demikian disampaikan Kasi Pelatihan UPT Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan Dinas Pendidikan Riau, Ridwan SSos ketika membuka Pelatihan penataan jejaring sekolah untuk e-pembelajaran bagi guru SMP, SMA/SMK, Selasa malam.

"Saat ini, TIK sudah bekembang begitu pesat. Bahkan telah dimanfaatkan di berbagai bidang, termasuk dunia pendidikan. Artinya, suka atau tidak, para guru harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Khususnya guru yang melakukan pembelajaran pada anak didik," ungkapnya.

Secara empiris, masih banyak guru yang melakukan proses pembelajaran dengan pola konvensional. Untuk itulah setiap tahunnya Disdik berupaya melakukan berbagai terobosan. Tujuannya adalah meningkatnya kompetensi atau kualitas guru di seluruh kabupaten/kota.

Salah satu yang dilakukan Disdik yaitu pelatihan penataan jejaring sekolah untuk e-pembelajaran ini. Menurut dia, di tingkatan pendidikan inilah e-pembelajaran kerap dilakukan.

Ridwan menyadari, waktu lima hari pelatihan memang masih kurang. Terutama bagi guru yang gagap teknologi atau gaptek. Berdasarkan pengalaman, hampir 80 persen setelah penutupan para guru minta agar waktunya ditambah.

Antusiasme peserta itu terjadi karena pemateri dari Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom) Kemendikbud biasanya mampu memberi pelatihan secara variatif. Apalagi kegiatan ini lebih banyak menekankan praktek dibanding teori. "70 persen pelatihan dilakukan secara praktek dan 30 persen lagi teori," ungkap dia.

Sementara itu, panitia pelaksana, Hartini SE menjelaskan, Indonesia sebagai negara yang luas terkadang menjadi hambatan dalam menyelenggarakan sistem pendidikan secara konvensional. Terutama dalam memberi akses pembelajaan di wilayah terpencil.

Kondisi ini membuat pentingnya sistem e-pembelajaran dengan memanfaatkan TIK saat proses belajar mengajar di kelas. Sayangnya, masih banyak guru yang belum mampu mengaplikasikan TIK terutama dalam e-pembelajaran di sekolah. Karena itulah perlu dibuat pelatihan.

Diterangkan Hartini, secara umum pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam jejaring sekolah untuk e-pembelajaran. Sementara secara khusus Disdik ingin dalam melakukan kegiatan peserta dapat memiliki wawasan kebijakan Pustekom dalam impelementasi jaringan pendidikan nasional.

Ada beberapa hal yang akan diajarkan pada peserta. Seperti, memberi pemahaman dalam pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, mengenali software jaringan, mengenal infrastruktur jaringan, membuat desain, konfigurasi jaringan wireline dan wireless dan sebagainya.

Disdik berharap, ada 144 guru yang terlatih dalam penataan jejaring sekolah utk e-pembelajaran. Yaitu pendidik yang mampu meningkatkan kualitas pendidik dalam menganalisa dan memanfaatkan TIK. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved