Dewan Berharap 2014 Pekanbaru Bebas Genk Motor
Terkait Masih Maraknya Anak Genk Motor
Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Persoalan kenakalan remaja yang masih menganggu masyarakat saat ini, nampaknya tidak akan pernah selesai. Terutama masalah genk motor. Pekan lalu, kepolisian kembali mengamankan remaja yang diduga komplotan genk motor.
Seperti diketahui, tingkah genk motor di Kota Pekanbaru sempat menjadi topik hangat dan membuat gempar masyarakat. Bagaimana tidak, akibat ulah remaja-remaja yang saat beraksi dibekali senjata tajam dan lainnya, masyarakat menjadi takut keluar rumah.
Sebab, genk motor ini tidak hanya meresahkan, namun sudah mengarah kepada aksi kriminalitas, mulai dari menjambret, menganiaya, mabuk-mabukan hingga pesta sek. Padahal bos genk motor Klewang sudah ditangkap dan divonis bersalah 6 tahun penjara.
Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Kamaruzaman Rabu (4/9) mengatakan, persoalan genk motor ini sebenarnya, tak ada habis-habisnya, selama para orangtua memberikan kelonggaran kepada anak-anaknya.
Apalagi sudah sampai memberikan kebebasan penuh plus dilengkapi kenderaan. Maka tidak heran, para remaja ini dengan mudah melampiaskan keinginannya. Sebab di usai remaja, siapapun itu menginginkan untuk melepaskan euforianya.
"Usia remaja masa pancaroba. Kita, para orangtua lah yang harus mengawasi dan memberikan pengertian. Tidak kalah pentingnya juga, salurkan bakat dan keinginan sang anak lebih awal, sepanjang itu positif," katanya menjawab Tribun.
Menurutnya, seberapa tegas pun aparat kepolisian menyisir, menangkap dan memberikan 'pelajaran' kepada genk motor yang sudah ditangkap untuk memberi efek jera, itu tidak bisa menjadi andalan. Kondisi ini diperparah lagi, jika anak salah memilih tempat perkumpulan.
"Karenanya, semua itu tergantung pengawasan orangtua. Kasus serupa akan tetap ada, dengan modus bervariasi. Apalagi Pekanbaru sudah kota metropolitan. Pengaruh hal-hal negatif juga semakin kencang," katanya.
Solusi untuk permasalahan tersebut, tambah politisi Demokrat ini, pemerintah harus segera menyediakan sarana dan prasarana olahraga. Selain itu memperbanyak event-event olahraga atau seni, melalui sekolah-sekolah dan perkumpulan yang ada.
Dengan begitu, penyaluran bakat dan euforia kalangan remaja bisa tersalurkan. "Kita harapkan 2014 nanti, sarana-sarana untuk ini sudah tersedia. Jadi, tidak ada lagi istilah genk motor," sarannya. (*)