Air Bah Hantam Mahasiswa Unand
TNI AL dan Airud Turut Dikerahkan Cari Aidil Akbar
Mulai pagi ini, kita menerjunkan penyelam untuk mencari Aidil, lokasi penyelaman pertama di Pintu Air PDAM Gunung Pangilun Padang
TRIBUNPEKANBARU.COM, PADANG - Hari keempat pencarian satu orang lagi anggota Mapala Unand Padang yang dihanyutkan air bah, Selasa (1/10/2013), Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan segala cara.
"Mulai pagi ini, kita menerjunkan penyelam untuk mencari Aidil, lokasi penyelaman pertama di daerah Pintu Air PDAM Gunung Pangilun Padang," ujar Koordinator Operasi Pencarian Anggota Mapala Unand, Ade Edward, di Posko Induk, pinggir Muara Bung Hatta, Ulak Karang Padang, seperti dilansir Kliksumbar.com.
Tim penyelam, kata Ade, berasal dari Marinir TNI AL dan Polairud Polda Sumbar. "Sejak Senin tadi malam semua peralatan selam sudah standby di Posko Induk," ujar Ade.
Selain menerjunkan penyelam, tim SAR Gabungan juga melakukan penyisiran sungai Batang Kuranji dan mengerahkan kapal melakukan pencarian di laut sejauh 20 mil dari bibir pantai. "Semua tim pencari satu komando dari Badan SAR Nasional Padang," ujar Ade.
Selain Tim SAR Gabungan dari instansi pemerintah, juga bergabung Mapala perguruan tinggi lain dan Kelompok Pecinta Alam di Padang. "Salut kita pada solidaritas komunitas pecinta alam di Sumbar, mereka ikut bergabung mencari tanpa diminta sebagai ujud kepedulian sesama pecinta alam, mereka dikordinir oleh Sekretariat Bersama Pecinta Alam Sumbar," ujar Ade.
Aidil Akbar merupakan korban terakhir terjangan air bah Sabtu senja lalu, yang belum ditemukan.
Aidil putra pasangan Wismar dan Osmelya warga Jalan Soekarno Hatta no 60 Kota Bukittinggi.
Aidil tercatat sebagai mahasiswa tahun 2011 Fakultas Ekonomi jurusan Akutansi Universitas Andalas.
"Saya berharap Aidil ditemukan oleh Tim SAR, dan Tim SAR jangan hentikan pencarian sampai anak sata ditemukan," ujar Osmelya.
Kejadian nahas ini terjadi pukul 18.00 Wib hari Sabtu (28/9) saat delapan anggota Mapala Unand mengadakan survey untuk latihan dasar. Saat akan menyeberang di Patamuan Sungai Padang Janiah, delapan orang mahasiswa ini diseret arus deras Batang Kuranji yang meluap. Dua orang yang masih berada di pinggir sungai yaitu Ivo Nurdio Putra (Lk, 19) dan Meta Ramarita (Pr, 18) berhasil selamat.
Sedangkan enam orang anggota Mapala Unand lainnya diseret arus deras Batang Kuranji. Lima orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia yaitu Rizki Tega (Lk,23), Deni Linardo (Lk,20), Veglan Rizki Ananda (Lk,18), Elin Florita (Pr,18) dan Artica Caspela (Pr,17).
Pencarian terhadap satu orang korban, Aidil Akbar dilakukan Tim SAR Gabung dibantu oleh masyarakat sekitar. "Tinggal satu orang lagi korban yang belum ditemukan yaitu Aidil Akbar. Semoga dapat ditemukan lebih cepat," kata Aldian, anggota Mapala Unand. (kliksumbar.com)