Akil Mochtar Ditangkap KPK
Ratu Atut dicegah KPK, Polda Banten berlakukan siaga satu
Pasca pencegahan terhadap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dalam sengketa Pilkada Lebak
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pasca pencegahan terhadap Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap dalam sengketa Pilkada Lebak yang melibatkan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Polda Banten memberlakukan siaga satu. Polda Banten meningkatkan pengamanan di sejumlah titik.
Kabid Humas Polda Banten, AKBP Gunawan Setiadi mengatakan, pemberlakuan siaga satu dengan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik, seperti kantor pusat pemerintahan Pemprov Banten, instansi pemerintahan dan rumah dinas maupun rumah pribadi Ratu Atut.
"Setelah ada pencegahan dari KPK, Polda Banten langsung berlakukan siaga satu, kami tingkatkan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Gunawan, Selasa (15/10 malam.
Gunawan menjelaskan, pihaknya meningkatkan pengamanan memang merupakan prosedur tetap (protap) kepolisian. "Karena kan ini (gubernur) pengamanannya VVIP, memang ini merupakan prosedur tetap (protap) kami seperti itu. Ini bukan permintaan," jelasnya.
Sebanyak 500 personel disebar dengan ditempatkan di sejumlah titik, di-back up dengan 3 kompi personel Sabhara, 2 kompi personel Brimob, dan 1 peleton gegana di siagakan dengan sistemnya standby force.
"Di satu waktu dibutuhkan mereka siap," Kata Gunawan. (Merdeka.com)