Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Terancam
WWF Riau Minta Ketegasan Hukum di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil
"Jika pemukiman manusia sudah banyak, maka kemungkinan terjadinya pergesekan akan semakin tinggi," kata Humas WWF Riau, Syamsidar
Penulis: Syahrul | Editor: harismanto
Laporan Syahrul
TRIBUNPEKANBARU.COM, BUKIT BATU - Humas World Wildlife Fund for Nature (WWF) Riau, Syamsidar, yang dihubungi Tribun terkait keberadaan pemukiman masyarakat di wilayah Cagar Biosfer Giam Siak Kecil (GSK), menyebutkan, dibutuhkan ketegasan dari pemerintah dalam penegakan hukum di sana.
Sebab, akan banyak hewan yang selama ini berdiam disana akan terancam dengan keberadaan manusia pada kawasan itu.
"Harus ada ketegasan hukum untuk menindaklanjut hal tersebut. Sebab, jika pemukiman manusia sudah banyak, maka kemungkinan terjadinya pergesekan antara manusia dan hewan di sana akan semakin tinggi," terang Syamsidar.
Pemandangan luar biasa nampak di hutan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil yang memiliki luas lahan sekitar 715 ribu hektar dengan beragam fauna dan flora itu. Sebab, di kawasan konservasi tersebut juga terkenal dengan rawa gambut yang memiliki kedalaman antara 5-7 meter tersebut tak hanya berdiri pemukiman rumah warga saja, tapi juga rumah ibadah dan kebun.
"Kita mendapatkan laporan dari intel yang menghimpun dari masyarakat sekitar, sudah banyak pemukiman yang berdiam di wilayah Cagar Biosfer GSK. Dugaan saat ini, ada aktifitas ilegal logging di kawasan hutan lindung ini," ucap Kapolsek Bukit Batu Kompol Sasli Rais kepada Tribun. (cr13)