Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dua Dosen Unand Cerahkan Pemilih di Sijunjung

"Forum temu warga dilaksanakan dengan konsep simulasi plus. Posisi peserta ditempatkan layaknya sebuah palanta," kata Lindo

Editor: harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIJUNJUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sijunjung mengundang dua dosen Universitas Andalas, Donny Syofyan, SS, M.HRM, MA dan Khairul Fahmi, SH, MH serta pengurus Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) Sumbar, Selasa (5/6/2013) hingga Rabu (6/11/2013). Dua dosen muda dan aktivis PBHI itu mengisi acara forum temu warga di Hotel Bukit Gadang, Muaro Sijunjung.

“Alhamdulillah, pada akhir kegiatan forum temu warga ini, peserta acara begitu bersemangat. Mereka tidak sekadar mendapat khasanah pengetahuan Pemilu saja, tetapi raksasa dalam diri mereka terbangunkan. Mereka melek dengan kondisi politik, kualitas calon legislatif dan masa depan masyarakat banyak sekaitan dengan pesta demokrasi, mereka kaji begitu dalam,” kata Koordinator Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Sijunjung, Lindo Karsyah dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (6/11/2013).

Ditambahkan Lindo, animo mereka untuk mencerdaskan diri sendiri dan warga lain begitu terpatri dengan pasti. Dalam forum tersebut, mereka saling berinisiatif untuk membuat kelompok-kelompok diskusi tentang Pemilu sesuai dengan komunitas masing-masing. Peserta dari kalangan keagamaan, akan memanfaatkan setiap momen keagamaan menjadi ajang pencerdasan pemilih. Berikutnya kalangan ibu juga akan menjadikan topik Pemilu pada setiap arisan, pertemuan ibu PKK dan acara lain.

Sementara, pemilih pemula yang berasal dari mahasiswa, mereka akan mengundang KPU untuk mentransfer pengetahuan dan pengalaman teknis dalam pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa di kampus mereka. Selain itu, kalangan generasi muda ini juga akan membuat kelompok-kelompok jejaring sosial di dunia maya.

“Adanya efek spirit sedemikian rupa itu, tidak terlepas dari format acara yang dibuat. Forum temu warga dilaksanakan dengan konsep simulasi plus. Posisi peserta ditempatkan layaknya sebuah palanta. Suasana nyaman, interaktif dan kompak. Inilah yang dilakukan pembicara kita, sehingga peserta tidak hanya mendengar saja, melainkan mereka yang lebih banyak mengeluarkan pendapat dan gagasan lainnya,” kata Lindo pada acara yang dihadiri seluruh komisioner KPU Sijunjung, Taufiqurrahman, Atika Triana, Ade Yulanda dan Didi Cahyadi Ningrat.

Pada forum itu, kata Lindo, warga juga meminta KPU untuk mengadakan acara tersebut pada tingkat Nagari dan Kecamatan. Mereka menganggap penting sekali metode simulasi plus untuk mencerahkan pemilih yang ada di Sijunjung. (rls)

Tags
KPU
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved