Panitia Terpadu Gelar Peringatan 1 Muharram 1435 H
Ratusan ibu-ibu dari sejumlah organisasi perempuan di Riau menghadiri Gema Muharram, bagian peringatan Tahun Baru Islam 1435 H
Penulis: Nurul Qomariah |
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ratusan ibu-ibu dari sejumlah organisasi perempuan di Riau menghadiri Gema Muharram, bagian peringatan Tahun Baru Islam 1435 H di Balai Pelangi, Kamis (7/11). Acara ini digelar panitia terpadu, antara lain BKMT, TP PKK, BKOW, BKKKS, Dharma Wanita, Dekranasda Riau dengan mengusung tema Tingkatkan Kualitas Ubudiyah dan Muhasabah Diri untuk Kesejahteran Keluarga dan Ummat.Pada kesempatan tersebut, Ketua Penasehat Organisasi Wanita Provinsi Riau, Septina Primawati Rusli, menyampaikan, peringatan Tahun Baru Islam merupakan kegiatan rutin dilakukan setiap tahun. Selain pengajian guna menambah ilmu agama, juga sarana silaturahmi. Septina mohon doa untuk suami tercinta, Rusli Zainal.
"Mudah-mudahan beliau tetap kuat, tetap tawakal," harapnya. Hadir sebagai penceramah KH Tengku Zulkarnaen. Ia menyampaikan pentingnya bersyukur. "Bersyukur kita bisa memasuki tahun baru 1435 H. Berarti sudah 1.435 tahun Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah," jelasnya. Ia mengungkapkan, dalam satu ayat Alquran disebutkan, Allah SWT tidak akan mengubah suatu kaum, sebelum kaum tersebut mengubah nasib mereka sendiri. "Kalau suatu negeri bertakwa, maka Allah SWT akan memberi barokah. Tapi kalau generasi mereka tidak lagi mengerjakan salat, maka Allah akan mencabut barokah-Nya. Contoh kaum Nabi Nuh, mendapat azab dari Allah SWT karena kaumnya tidak taat kepada Allah," paparnya.Ia menjelaskan, manusia harus hijrah, pindah dari kegelapan ke jalan terang.
Dulu, saat Mekkah dikuasai kaum kafir, maka siapapun pindah dari Mekkah ke Madinah mengikuti Rasulullah, akan mendapat tiga pahala, dosanya dihapuskan, kalau meninggal di jalan dianggap mati syahid, dan dijamin masuk surga. Tapi setelah Mekkah dikuasai kembali oleh kaum muslim, maka tiga pahala tersebut tidak ada lagi. Jadi setelah zaman itu, hijrah menurut Nabi Muhammad adalah pindah dari kegelapan kepada jalan Allah SWT. "Perlu kita hijrahkan adalah pertama iman kita, dari mahkluk ke Allah. Kedua hijrah amalan. Kalau tahun lalu duha dua rakaat, tahun ini empat rakaat. Kalau tahun lalu Salat Tahajud dua rakaat,maka tahun ini bisa ditingkatkan menjadi empat rakaat. Jangan ditinggalkan salat dan doa," paparnya.Pada saat pindah ke Madinah terjadi pada 10 Muharram, orang Yahudi tinggal di sana berpuasa semua.
Maka Nabi bertanya kenapa mereka berpuasa. Mereka menjawab, hari itu merupakan hari di mana Nabi Musa dikejar Firaun. Setelah selamat, maka Nabi Musa puasa untuk bersyukur. Maka Nabi Muhammad pun berpuasa. Nabi juga berpuasa pada 9 Muharram. Zulkarnain juga menyinggung masalah keluarga. Barangsiapa berhenti berdoa untuk orangtuanya, maka dihentikan rezekinya oleh Allah.Doa pertama harus memuji Allah SWT, minimal ucapan Alhamdulliah. kedua salam kepada Rasulullah, dan ketiga doakan ibu bapak. Kemudian doa untuk kaum muslimin. Khusus untuk perempuan doakan suami, barulah berdoa yang diminta kepada Allah. (rul/rls/TRIBUN PEKANBARU CETAK)