Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Terkait Ceceran RPO, KLH Kaji AMDAL di Dermaga B Dumai

Pihak Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Dumai menghimbau pada perusahaan di Pelabuhan Pelindo I

Penulis: Fernando |

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Pihak Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Dumai menghimbau pada perusahaan di Pelabuhan Pelindo I agar menjaga lingkungan di sekitar dermaga. Terutama kala hendak melakukan pengisian muatan, khususnya minyak.

Hal itu dilakukan guna meminimalisir insiden seperti akhir pekan lalu. Kala itu Refine Palm Oil (RPO) yang diolah PT. Inti Benua Perkasatama (IBP) tercecer di Dermaga B, Pelindo I Dumai. RPO yang tercecer itu sempat menggenang di sejumlah titik dermaga.

"Bila memang ada ceceran, pihak pengusaha bersama otoritas pelabuhan harus segera membersihkannya. Sehingga tidak menggenang lama di perairan dermaga," ulas Kepala KLH Dumai, Basri kepada Tribun.

Disebutkannya, dihimbau juga pada pihak Pelindo I dan Pengelola Pelabuhan untuk lebih ketat dalam mengawasi proses pemuatan CPO atau RPO ke dalam Kapal. Pengawasan itu dilakukan agar pihak perusahaan lebih hati-hati dalam melakukan pengisian muatan.

Pihak KLH Dumai, kata Basri, juga melakukan fungsi pengawasannya. Terutama bila hal itu terulang lagi. Namun dirinya tidak berharap hal itu terjadi lagi. Maka dalam waktu dekat, pihak KLH Dumai bakal mengkaji kembali Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di Dermaga B Pelindo I Dumai. Sehingga bisa diketahui apakah ceceran itu membahayakan kawasan perairan di tepi dermaga.

Dari informasi yang dihimpun tribun, tercecernya RPO itu bermula pada Jum'at (2/12) sekitar Pukul 11.00 WIB. Ceceran RPO diduga berasal dari pipa penyaluran pabrik PT IBP. Kala itu RPO hendak disalurkan ke dalam kapal guna kepentingan ekspor. "Jadi pada saat kejadian, kita hendak memuat kapal dengan muatan RPO. Tapi terjadi sedikit kesalahan pada saluran. Sehingga RPO pun tercecer," ulas Humas PT IBP, Sarmin kepada Tribun.

Insiden tercecernya RPO itu, katanya tidak sempat menggenang lama di laut pelabuhan. Malah tim PT IBP segera melakukan pembersihan terhadap ceceran.

Ceceran terlihat di lantai dermaga, serta perairan tepi dermaga. Ceceran RPO, yang sebentar lagi bisa diolah menjadi minyak gorang sudah dibersihkan. Hanya sebagian kecil saja menggenang di tepian dermaga.

Sarmin menyebut kejadian bermula ketika sambungan pipa penyaluran ada yang longgar. Kala itu pihak PT IBP hendak mengisi muatan RPO ke kapal tanker, yang tengah sandar di dermaga B, Pelindo I Dumai. Sehingga RPO pun ada yang tercecer.

Belajar dari insiden tersebut, pihaknya bakal lebih berhati-hati saat menyalurkan RPO dari pabrik untuk dimuat ke kapal. "Kami bakal berupaya untuk berhati-hati. Apalagi kami tidak ingin terulang lagi," ulasnya.

Dihubungi terpisah, Humas Pelindo I Dumai, Harlem membenarkan adanya insiden di Dermaga B. Disampaikannya bahwa insiden tersebut terjadi karena adanya sambungan RPO yang longgar. Alhasil sebagian RPO tercecer di dermaga dan juga perairan tepi dermaga. Jadi menurutnya insiden tersebut bukanlah minyak tumpah melainkan RPO yang tercecer. "Insiden ini terjadi karena adanya kesalahan teknis. Kita pun tidak ingin kejadian ini terulang kembali," jelas Harlem.

Harlem pun berharap, kejadian itu takkan terulang lagi. Oleh sebab itu, ia menghimbau perusahan yang hendak mengisi muatannya agar lebih berhati-hati. Terutama dalam memperhatikan saluran pengisian muatan, agar tidak ada yang tercecer ke perairan. (fer)  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved