Menteri Linda Bergelar Puan Badarsila Baiduri
Perempuan Riau Bangkit Foundation (PRBF) menggelar Anugerah Baiduri
Penulis: Nurul Qomariah |
TRIBUNPEKABARU.COM, PEKANBARU - Perempuan Riau Bangkit Foundation (PRBF) menggelar Anugerah Baiduri, Sabtu (7/13), di Gedung Daerah. Acara sekaligus merupakan HUT ke-5 PRBF, HUT Ke-9 Pusdatin Puanri dan Hari Ibu ke-85.
Pembina PRBF, Septina Primawati Rusli didampingi Ketua PRBF, Hj Roslaini Ismail Suko, Wakil Ketua I Basyitah Helmi, dan sejumlah pengurus menjelaskan, pada acara tersebut juga akan diberikan gelar kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar.
"Tahun ini kita akan memberikan anugerah gelar untuk Ibu Linda, Puan Badarsila Baiduri. Artinya menggambarkan kecantikan, putih halus, molek, cantik, budi pekerti," jelas Septina, Kamis (5/12) di Gedung Wanita, Jalan Diponegoro Pekanbaru.
Istri mantan Gubernur Riau, Rusli Zainal tersebut, menjelaskan, tahun ini ada dua program dilaksanakan. Antara lain pemberian penghargaan Anugerah Baiduri kepada perempuan berprestasi dan berkarya nyata.
Ada 10 nominasi untuk sejumlah kategori, Perempuan Pertama di Bidangnya, Perempuan Berprestasi, Perempuan Berkarya, dan Perempuan Berdedikasi. Selain itu ada juga Anugerah Sabitah untuk perempuan berprestasi sudah meninggal dunia, namun memiliki karya dan jasa.
Kemudian Anugerah Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Menuju Kesetaraan Gender, dan Anugerah Perempuan Serumpun. Hanya saja, tahun ini kategori perempuan serumpun tidak ada nominasinya.
Tim penilai Anugerah Baiduri tahun ini dipimpin Prof Dr Ellydar Chaidir. Ketua PRBF Hj Roslaini Ismail Suko mengatakan, serangkaian dengan Anugerah Baiduri, ada dua program lain akan dilaksanakan PRBF. Pertama, membuat sudut baca di Lapas Percontohan, Jalan Sialang Bungkuk, Pekanbaru.
"Karena di Lapas itu belum ada perpustakaan, kita akan membuat sudut baca dan menyumbangkan dua rak bersama-buku-buku yang bermanfaat bagi para napi," jelasnya.
Sedangkan program kedua adalah mengajak anak yatim non-panti untuk wisata pendidikan ke Chevron. " Program ini bekerjasama dengan Chevron, dengan peserta anak yatim non-panti yang sudah duduk di bangku SMP dan SMA," ujarnya.
Selain itu pada November lalu, telah digelar peletakan batu pertama pembangunan Museum Perempuan Riau yang dihadiri oleh Sekdaprov Riau dan undangan lainnya. (rul/rls)