Pelindo, Kembalikan Parit Nenek Moyang Kami!
Warga Beri Kesempatan Pelindo 2 Hari
Laporan: Mayonal Putra
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Pelindo, kembalikan parit nenek moyang kami! Kalimat itulah yang diserukan warga kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Kota, Dumai saat menggelar aksi di jalan Datuk Laksmana, depan Pelindo I Cabang Dumai, Minggu (8/12). Tidak sekedar menyerukan kalimat tuntutan tersebut. Warga juga menuliskan kalimat itu dipagar Pelindo dengan cat putih. Seratusan warga itu juga memblokade jalan yang biasanya di lewati truk bertonase tersebut.
Pagi, sekitar pukul 07.30 WIB warga sempat panik mengatasi banjir yang merendam rumah mereka. Selain hujan, pasang keling atau meluapnya air laut ke daratan juga memperparah kondisi warga. Lima unit mesin pompa air milik Pemko Dumai pun dikerahkan untuk mengatasi banjir tersebut. Hingga akhirnya warga berkumpul dan spontan menggelar tuntutan kepada PT. Pelindo I Cabang Dumai.
Satu pohon pelindung di tebang warga, kemudian dijadikan untuk memblokade jalan tersebut. Satu blok pagar yang dekat dengan pipa Pelindo berhasil dibongkar warga. Warga kemudian meminjam alat berat kontraktor di jalan Kamboja untuk melakukan pengerukan drainase yang mengaliri air ke laut melalui Pelindo.
Menurut keterangan warga, tuntutan kepada Pelindo untuk mengembalikan parit agar mengurangi banjir merupakan tuntutan yang wajar. Sebab, dulu ada anak sungai yang membelah kelurahan Dumai Kota yang bermuara tepat dalam Pelindo. Bahkan, kapal-kapal penangkap ikan bersandar hingga di pemukiman Dumai Kota. Kemudian, Pelindo menutup anak sungai tersebut lalu membuat drainase. Warga setempat berkeyakinan, banjir yang sudah menjadi tamu tahunan bagi mereka diakibatkan adanya penutupan anak sungai tersebut.
"Kami ingin parit (anak sungai) itu dibuka kembali. Kalau belum ada tindakan dari Pelindo kami bisa bocorkan pipa-pipa itu," kata seorang warga sambil menunjuk pipa-pia dalam Pelindo.
"Jangan sampai kami kerahkan massa lebih banyak," sambungnya dengan suara lantang.
Lurah setempat, Agus Gunawan menerangkan aksi warga memblokade jalan menuntut pencegahan banjir kepada Pelindo khususnya dilakukan warga di jalan Kamboja. Mereka terdiri terdiri dari 6 RT se-Kelurahan Dumai Kota.
"Aksi itu spontan saja dari masyarakat mengingat tingginya air. Sedangkan air ini mengalir melalui drainase Pelindo," katanya kepada Tribun.
Adapaun tuntutan warga terkait banjir yang kerap melanda, agar aliran air di sepanjang jalan Kamboja di teruskan ke laut. Sedangkan aliran air saat ini dibelokkan ke drainase lain sehingga tidak begitu mampu menampung debit air.
"Airnya lambat turun. Karena drainase ini berbelok dulu. Harusnya kan lurus saja menuju laut," katanya.
Warga hanya memberikan waktu selama dua hari kepada pihak Pelindo untuk menanggapi hal tersebut. Bahkan, Pelindo harus mengundang berbagai pihak menggelar pertemuan membicarakan permintaan warga. Kalau lebih dua hari warga mengancam akan menurunkan massa lebih banyak.
Camat Dumai Kota, Budi Hasnul yang juga turun ke lokasi saat kejadian juga mengatakan saat ini memang hujan di tambah lagi dengan air pasang kemarin. Rata-rata pemukiman warga, perkantoran se-kecamatan Dumai Kota terendam banjir.
"Ini masalah klasik. Warga pun meminta agar anak sungai yang pernah ditutup Pelindo minta difungsikan kembali. Masyarakat sudah capek mungkin, banjir inikan datang terus," katanya.
Lanjutnya, sudah ada kesepakatan lisan antara masyarakat dengan pihak Pelindo. Karena, Humas Pelindo, Harlem Susanto dan Manager Umumnya asrul langsung turun menemui masyarakat.
"Tadi (kemarin) sudah ada kesepakatan. Warga minta komitmen Pelindo," katanya.
Sementara itu, Harlem yang dihubungi Tribun langsung mengajak meninjau aliran air dalam kawasan Pelindo. Dalam tinjauan tersebut, sepanjang kawasan Pelindo air mengalir tanpa hambatan. Bahkan, tidak terlihat adanya luapan air hingga ke lepas pantai.
"Tidak masuk akal juga, dengan kondisi aliran drainase kita masih bisa menampung debit air. Sejak pagi, tidak pernah air meluap. Tapi kok warga tuntatannya ke Pelindo," katanya. (*)