Rabu, 10 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Akibat Hujan Berhari-hari Turap Di Desa Koto Tinggi Rohul Ambruk

Belakangan ini Kota Pasir Pangaraian dilanda cuaca buruk, hujan siang dan malam tak berhenti

Tayang:
Penulis: Nurul Qomariah |

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIR PANGARAIAN - Belakangan ini Kota Pasir Pangaraian dilanda cuaca buruk, hujan siang dan malam tak berhenti yang mengakibatkan bangunan turap di KM 2 Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah amblas. Padahal bangunan itu baru selesai pekerjaannya.

Runtuhnya bangunan turap dengan biaya lebih dari Rp 1 miliar itu pada anggaran tahun 2013 ini, menjadi tontonan bagi masyarakat yang melintasi jalan tersebut, selain itu juga sejumlah aparat polri Polres Rohul juga ikut memantau amblas turap penahan jalan tersebut.

Dengan ambruknya turap jalan itu, pada Senin (30/12) dini hari, dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi pengguna jalan, seperti menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Apalagi jika pengendara melintas jalan itu pada malam hari. Ditambah lagi kondisi di wilayah tersebut kurang penerangan karena lampu jalan di sana sudah hampir roboh.

Satu diantara pengguna jalan Sudirman berpendapat, ambruknya turap itu, karena bangunan yang merupakan proyek Dinas Bina Marga dan Pangairan (DBMP) Rohul itu hanya menahan tanah, tapi tak mampu menampung air. Sehingga akibat hujan siang dan malam, turap jadi ambruk Seharusnya bangunan turap tidak hanya berfungsi sebagai penahan tanah tapi juga harus menampung air.

"Kalau Pemkab Rohul masih membangun dengan kondisi yang sama pasti ambruk lagi, sebab di sana itu ada aliran sungai, kalau mau memperbaikinya jangan tanggung-tangung, ini hanya sekian miliar saja, padahal kalau membangunnya harus di kerok tanah napalnya dan biaya mungkin sampai Rp 8 miliar," jelas Sudirman, seperti dikutip dari situsriau, Selasa (31/12).

Kepala DBMP Rohul Hery Islamy, ST, MT melalui Kabid Bina Marga Anton, ST, MM mengatakan, kalau pihak masih koordinasi dengan pihak ketiga atau kontraktor, sebab pekerjaan itu masih masa perawatan dan kontraktor pun harus ikut bertanggung jawab, tapi jika dilihat dari kondisinya itu kategori bencana alam tapi masih dalam tahap penyelidikan.

"Kita akan melakukan koordinasikan dengan kontraktor, jika memang kondisinya  seperti akibat adanya mata air, tentu harus dibahas secara bersama-sama. Kini kita fokus dengan kontraktor supaya tidak terjadi longsor susulan," kata Anton, masih dikutip dari situsriau.

Sementara itu, apakah ambruknya turap tersebut masuk bencana atau tidak, menurut Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceng Herdiana, ST, MM, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Bina Marga Rohul, khususnya dengan pihak BPBD Provinsi Riau.

Sebab jalan tersebut termasuk jalan besar dan akses masyarakat banyak, dengan adanya koordinasi akan ada upaya penanganan lebih intensif ke depan dan tidak mendapat risiko bagi masyarakat.

"Saya akan kordinasikan dengan intansi terkait, sebab itu baru dibangun, namun saya akan koordinasikan dengan Provinsi  Riau, apakah itu termasuk bencana alam. Sebab runtuhnya karena  hujan selama dua hari tak ada henti-hentinya," pungkas Aceng. (st/rul)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved