Kecelakaan Hidup

Telah aku biarkan hidupku seperti air. Mengalir. Terus saja mengalir

Kecelakaan Hidup
ist
Si Raja Penyair Pinto Janir 

Bagiku sehebat-hebat hidup, muaranya mati juga.

Terkadang, aku benar-benar "menyepelekan" dunia. Dunia ini terlalu sebentar. Ya kunikmati saja dulu dengan caraku bernikmat-nikmat dalam hidup.

Aku sengajakan diriku berada di ruang "sunyi" yang aku bangun. Di sini aku membangun kerajaan hidupku. Bila aku lelah, hatiku,darahku, dagingku,jiwaku, jantungku, akalku, pikiranku, kuajak bercakap-cakap dengan Penguasa segala penguasa alam.

Laillah ha illallah...Laillah ha illallah...Laillah ha illallah...

Allah...allah....allah....allah....allah....allah....allah...allah

Yang kumau, bila kumati, kalimat peghabisanku adalah "Allah" bukan harta benda.

***

Hari ini tanggal 1 Januari 2014. Ketika aku menulis ini, jarum jam pendek berada di angka 10 malam tepat.

Pada tanggal 31 Desember 2013 menjelang ke tanggal 1 Januari 2014, aku baru bisa melelapkan mata pukul 11 siang. Aku baru terbangun pukul tujuh senja tadi. Lalu aku membuka kotak surat emailku.

Sepucuk email ada dalam kotak surat itu.

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved