Jumat, 10 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kilang Minyak Terbakar

KLH dan Disnaker Dumai Investigasi Kilang Pertamina

Untuk mengetahui penyebab terbakarnya kilang minyak milik PT Pertamina RU II Dumai

Penulis: Mayonal Putra | Editor:

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Untuk mengetahui penyebab terbakarnya kilang minyak milik PT Pertamina RU II Dumai pada Minggu (16/2/14) Pukul 22.20 WIB, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) dan Disnaker Dumai melakukan investigasi.

Kepala KLH Dumai Basri akan minta kejelasan kepada Pertamina hari ini, Selasa (18/2/14). Setelah itu pihaknya akan turun kelapangan bersama Disnaker dan komisi III DPRD Dumai untuk investigasi.

"Apakah Pertamina punya SOP tanggap darurat. Sejauh mana dia komitmen dengan tanggungjawab terhadap Amdal. Apalah dalam SOP itu memuat dampak lingkungan dan sosialnya," kata Basri.

Basri mengaku sedih dengan kejadian tersebut. Namun, ia mengaku jengkel dengan Pertamina, sebab sejak dua tahun lalu, Pemko Dumai sudah mengirimkan surat ke Pertamina untuk melakukan simulasi tanggap darurat. Namun, hingga saat ini belum sekalipun Pertamina melakukan simulasi tanggap darurat dengan warga sekitar.

Ia memastikan, kejadian itu menimbulkan dampak lingkungan dan sosial. Dalam Amdal, dua aspek ini dimuat dan harus menjadi perhatian perusahaan.

"Tidak mungkin tidak ada dampak lingkungan. Asap mengepul, abunya berterbangan ke rumah-rumah penduduk, serta kondisi di sekitar kilang yang ditimbulkan. Itu semua dampak lingkungan. Dampak sosialnya, jelas warga kocar-kacir, ketakutan, tidak mau pulang, dan lain sebagainya. Itu dampak sosial yang sangat hebat," katanya.

Basri menilai, selama ini Pertamina sangat tertutup. Dengan kejadian tersebut, tidak pernah pihak pertamina menghubungi pihaknya sebagai perwakilan pemerintah menyangkut dampak lingkungan.

"Belum pernah ada laporan apapun terjadi di kilang. Justru kami sendiri yang mencari tahu, inikan keterlaluan," ujarnya.

Sementara itu, tim pengawasan dan syarat kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi langsung melakukan Investigasi kelapangan kemarin. Kabid Pengawasan dan Syarat Kerja Disnakertrans Dumai, Muhammad Fadli mengatakan Investigasi itu untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Selain itu, pihaknya melakukan pendataan.

Selain Basri yang belum menerima laporan dari Pertamina, Fadli juga mengatakan bahwa Disnakertrans juga belum menerima laporan dari Pertamina.

"kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi yang menyebabkan beberapa orang mengalami luka bakar serius," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban terkait ada atau tidaknya korban. Pasalnya, untuk mngetahui itu pihaknya perlu menyelidiki terlebih dahulu, sebab, laporan resmi Pertamina belum ada.

"Karna belum menerima laporan, kami tidak tau apakah ada korban jiwa atau tidak dalam insiden tersebut. Oleh karena itu kita turun kelapangan untuk melakukan investigasi," katanya. (*)

Tags
kilang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved