Muslim Kasim, Solusi FB VS IP

Kita hindarkan gesekan apapun juga yang mengundang dan mengusik kenyamanan massal.

Muslim Kasim, Solusi FB VS IP
net
H Febby Dt Bangso Nan Putiah

Oleh: H Febby Dt Bangso Nan Putiah

TAK ada kusut yang tak selesai. Sekusut-kusut sarang tampuo, api akan jadi tempat bertanya. Minangkabau nagari tempayan pikiran cerdas pengurai berlapis kekusutan, penjernih  keruh di nan rusuh. Karena alam takambang manjadi guru, di situ lahir kearifan yang bijak, sehingga rambut tertarik tepung pun tak terserak. Itulah awak nan urang Minang!

Kita prihatin membaca berita di berbagai surat kabar di Padang yang terbit 19 Februari 2014, menyangkut perseteruan duo datuk mantan Walikota Padang dan Gubernur Sumbar. Yang pertama, Fauzi Bahar Datuk Nan Sati, dan yang kedua adalah Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa.  

Perkara berhulu dari tudingan Fauzi Bahar Datuk Nan Sati kepada Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa. Datuk Nan Sati menuding Datuk Rajo Bandaro Basa sebagai biang aksi demo menolak pembangunan super blok Lippo Grup. Tudingan itu dilontarkan Datuk Nan Sati ketika aksi demo di rmah dinas walikota, Senin, 17 Februari. Alasan Fauzi Bahar Datuk Nan Sati melntarkan tudingan itu—seperti yang diberitakan di surat kabar—karena melihat indikasi dari kendaraan yang dibawa pendemo berlogo PKS. Dikatakan Fauzi, titik kumpul aksi itu juga di gubernuran.

Dari berbagai berita yang dimuat koran, tampaknya Gubernur Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa tak bisa menyembunyikan kegerahannya. Agaknya, Pak Gubernur kita terusik juga menerima tudingan begitu. Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa membantah tudingan Fauzi Bahar Datuk Nan Sati seperti diungkapkannya kepada wartawan usai mengikuti sidang paripurna HUT ke-65 Kabupaten Sijunjung di Gedung Pancasila Muaro Sijunjung, Selasa, 18 Februari 2014.

Atas tudingan itu, Irwan Prayitno menyikapi dengan membetuk tim dengan SKPD terkait untuk mengambil langkah hukum dan untuk mempertimbangkan langkah-langkah yang akan diputuskan IP atas tudingan FB tersebut.

Ada beberapa lapis persoalan yang bisa kita urai dan kita sederhanakan. Pertama, aksi demo dilakukan Forum Masyarakat Minangkabau (FMM) yang menolak pembangunan super blok Lippo yang dikhawatirkan masyarakat penolak bermuatan misi permurtadan. Pemancangan atau pembangunan mega proyek super block Lippo itu dilakukan pada Jumat, 10 Mei 2013. Pada peresmian itu antara lain hadir Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminudin dan Gubernur Irwan Prayitno.  

Kedua, Sekdaprov Ali Asmar –seperti yang dimuat Harian Singgalang halaman A 12 mengatakan: “ Yang jelas demo kemarin menolak kristenisasi di Sumbar. Peserta demo berasal dari kelompok penolak Lippo Grup.Mereka terdiri dari berbagai macam Ormas Islam bukan parpol. Jadi jika memang ada kader PKS yang ikut serta itu hanya bersifat pribadi”.

Ketiga, pada berita yang dimuat Posmetro pada Rabu 19 Februari 2014 di halaman 1 dan bersambung ke halaman 2 di atas judul berita “ Irwan Prayitno bantah tudingan Fauzi Bahar, Tak Mungkin Gubernur Dalangi Demo” gubernur Irwan menyatakan “ kalau saya mau menolak –pembangunan mall dan hotel Lippo Grup—saya datangi saja walikota atau investor, katakan bahwa investasi Lippo Grup tidak betul dan tidak perlu pakai acara demo segala. Yang demo itukan masyarakat, bukan gubernur”.

Keempat, pada blog website Irwan Prayitno tertulis berita:  “Jangan paksa saya masuk ke dalam polemik ini. Jika bicara aturan, semuanya tidak ada yang salah. Untuk itu kita perlu komunikasi. Saya harap pahami posisi dan kewenangan saya,” sebut Irwan saat menerima Forum Minangkabau Anti Siloam yang diketuai Masfar Rasyid, Senin (12/8) di Gubernuran.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved