Warga Rupat Ingin Berpisah dari Bengkalis
Warga rupat tersebut menggelar aksi dan membentangkan spanduk tahniah untuk pemimpin baru Negeri Lancang Kuning ini.
Penulis: Mayonal Putra | Editor:
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Masyarakat Pulau Rupat bersyukur atas pelantikan Annas Maamun dan Arsyajuliandi Rachman sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau untuk 5 tahun mendatang. Pasalnya, keinginan untuk berpisah dari Bengkalis seolah-olah mendapat harapan dari pemimpin baru Riau itu.
Ketua tim pemekaran Rupat, Haji Agus mengatakan sebagian warganya hadir ke Pekanbaru dalam rangka pelantikan Annas-Andi. Warga rupat tersebut menggelar aksi dan membentangkan spanduk tahniah untuk pemimpin baru Negeri Lancang Kuning ini.
"Keinginan kami bukan apa-apa, mekarkan Rupat menjadi Kabupaten. Karena selama ini, kepedulian pemerintah Kabupaten Bengkalis masih minim," ujarnya.
Dikatakannya, banyak tulisan dan informasi yang beredar dari dulu hingga kini, bahwa warga Rupat lebih kenal dengan negara tetangga dibanding bangsa sendiri. Sebagai putra daerah Rupat, ia juga sedih dengan kondisi tersebut. Apalagi siaran-siaran serta tayangan televisi negara tetangga sebagian besar marak di pulau yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu.
"Kami ingin wujudkan semangat nasionalisme seluruh warga Rupat. Biar tidak ada lagi yang menulis kami lebih kenal dengan negara lain. Tentu pemerintah harus memberikan kesempatan kepada kami untuk menjadi kabupaten sendiri," ulasnya.
Menurutnya, Rupat sudah pantas dimekarkan, karena potensi sumber daya alammnya sangat besar. Selain itu, ia juga yakin masyarakat mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sebab, selama ini masyarakat Rupat masih dilanda kemiskinan.
"Sehingga isu pemekaran menggeliat di kalangan masyarakat kami sekarang. Ini akan menjadi gejolak suatu saat, kalau pemerintah tidak mengakomodir," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, perairan Rupat berbatasan langsung dengan negara tetangga Jiran Malaysia. Secara geografis Pulau Rupat memang terpisah dari Kota Dumai dan Bengkalis.
"Maka, wajar masyarakat rupat meminta kepada pemerintah agar wilayah Rupat segera dimekarkan," katanya.
Ia berjanji akan terus memperjuangkan agar Rupat bisa dimekarkan menjadi kabupaten sendiri. Hal itu menurutnya sinkron dengan cita-cita Annas Maamun, untuk kesejahteraan rakyat. Bahkan, ia tidak segan-segan menggelar aksi dengan ribuan massa menuntut pemekaran.
"Warga kami sudah siap, sektor PAD sangat banyak. Lihatlah perjuangan kami ke depannya," katanya.(*)