Personil Fire Fighter RAPP Bahu Membahu Tuntaskan Karhutla

Tim Pemadam Kebakaran (Fire Fighter) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terus melakukan pemadaman di lahan yang terbakar

ist
Personil Fire Fighter PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang dilengkapi peralatan khusus dan keahlian lapangan tengah melakukan aktifitas pemadaman api di lahan perkebunan sawit milik masyarakat yang luasnya hampir mencapai 100 hektar di Desa Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Rabu (5/3). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Tim Pemadam Kebakaran (Fire Fighter) PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terus melakukan pemadaman di lahan yang terbakar guna mengurangi dampak kabut asap yang meliputi sebagian wilayah propinsi Riau dan sekitarnya.

Dalam aktifitas pemadaman, Rabu (5/3), di Desa Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau ini, terlihat sebanyak 30 personil fire fighter RAPP dikerahkan sejak tiga hari lalu memadamkan lahan sawit yang luasnya hamper mencapai 100 hektar.

Sustainability and Fire Protection Head RAPP, Inra Gunawan mengatakan jika lahan gambut tidak terkelola dengan baik kelembabannya, akan rentan terhadap bahaya kebakaran dan penyebaran api akan merambat sangat cepat. Inra mengungkapkan tingkat kesulitan memadamkan api di lahan
gambut yang memiliki kelembaban rendah, cukup tinggi ditambah jauhnya letak sumber air untuk dipompa sehingga memerlukan selang lebih panjang. Hal ini akan mengakibatkan kurangnya tekanan air dipompa Selain itu, dijelaskan Inra, pemadaman di malam hari akan beresiko tinggi kalau lahan gambut tidak memiliki pematang dan faktor arah angin yang berubah-ubah. Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk membantu pemadaman di lapangan.

Untuk menjaga kawasan hutan tanaman industri nya, RAPP senantiasa menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari, seperti penerapan teknologi ekohidro, sebagai pendekatan pengelolaan tata air pada lahan gambut yang memberikan manfaat bagi areal tanaman pokok dan areal kawasan lindung yang berada dalam konsesi.  Penerapan teknologi ini secara luas memberikan manfaat keragaman hayati dan meminimalisir degradasi lahan gambut, dan pengurangan emisi karbon.

Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) sebagai induk perusahaan RAPP menjadi pelopor dalam menerapkan pengelolaan hutan tanaman lestari secara bertanggung jawab. RAPP juga telah menerapkan pengelolaan lahan tanpa bakar atau No Burn Policy sejak tahun 1994 serta juga telah  mengadopsi pendekatan bentang alam untuk pengembangan hutan tanaman, dengan memaksimalkan manfaat ekonomi, sosial dan ekologi.

Dalam apel siaga penanggulangan kabut asap di Riau, pada Rabu (5/3) yang lalu, RAPP juga mengerahkan lebih dari 600 personil fire fighter yang diperkuat 3 unit helikopter, 1 unit airboat, dan puluhan unit pompa air turut mendukung satgas penanggulangan karhutla. Kesiapsiagaan tim dari RAPP itu langsung ditinjau oleh Gubernur Riau H. Annas Ma'mun, Kapolda Riau, Brigjen (Pol) Condro Kirono, Dansatgas Karhutla/ Danrem 031 WB Brigjen TNI Agus Irianto, Danlanud Roesmin Nurjadin Kolonel PNB Andyawan, dan bahkan Bapak Menteri Kehutanan pun sempat melakukan tinjauan lingkungan melalui udara dengan menggunakan helikopter yang didukung oleh RAPP. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved