Cegah Serangan Stroke dengan Menusuk Jarum ke Jari, Benarkah?
Tujuannya supaya peredaran darah kembali lancar sehingga tidak terjadi serangan stroke.
TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Beberapa waktu lalu sempat beredar pesan di media sosial dan melalui pesan singkat seputar pencegahan serangan stroke di saat darurat.
Secara garis besar, bunyi pesan tersebut menyarankan untuk menusukkan jarum ke jari-jari penderita. Tujuannya supaya peredaran darah kembali lancar sehingga tidak terjadi serangan stroke.
Apakah betul demikian?
Dokter spesialis saraf RS Siloam Kebon Jeruk Fandy Susatia, saat Soho #BetterU, Selasa (20/5/2014), mengatakan pada dasarnya stroke memang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah. Namun penyumbatan tersebut hanya terjadi pada pembuluh darah di otak.
"Jadi tidak betul jika menusukkan jarum dapat mencegah serangan stroke. Itu hanya mitos belaka," tandasnya.
Tindakan tersebut, lanjutnya, justru dapat membahayakan diri sendiri. Bila yang ditusuk adalah jari penderita diabetes, proses penyembuhan luka akan berlangsung lamban sehingga berisiko mengalami infeksi.
"Biaya pengobatan stroke akan bertambah karena harus membeli obat antibiotik untuk penyembuhan luka," katanya.
"Saran" tersebut, hanyalah satu dari banyak mitos terkait stroke. Mitos lain seperti dipaparkan Fandy di antaranya stroke tidak dapat dicegah dan diobati, hanya orang tua yang mengalami stroke, tanda stroke adalah nyeri, dan stroke terjadi pada jantung.(*)