Israel Serang Gaza
Masa Gencatan Senjata, Bantuan Darurat Mengalir ke Gaza
Sekitar 520.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka setelah terjadinya serangan udara dan tembakan roket
TRIBUNPEKANBARU.COM, Gaza - Kondisi Gaza dalam konflik antara Hamas dan Palestina memburuk. Badan kemanusiaan Inggris pun berencana segera meningkatkan bantuan bagi korbannya.
Dikutip dari BBC, Kamis (7/8/2014), sejumlah organisasi bantuan kemanusiaan Inggris pun meluncurkan permintaan bantuan darurat bagi korban konflik di Gaza.
"Setelah empat minggu pertempuran sengit ... lebih dari 500.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka,"
ungkap Dewan Darurat Bencana (DEC).
Lebih 1.800 warga Palestina, sebagian besar sipil, dan 67 warga Israel yang sebagian besar militer, tewas dalam konflik.
DEC mengungkapkan, anggota badan kemanusiaannya segera meningkatkan bantuan yang diberikan pada masa gencatan senjata saat ini. "Setelah sebulan bertempur, Gaza dalam keadaan parah dan situasi darurat kemanusiaan yang mempengaruhi semua penduduk," papar organisasi itu.
Sekitar 520.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka setelah terjadinya serangan udara dan tembakan roket yang juga menjadikan sekolah dan tempat perlindungan PBB sebagai sasaran. Banyak penduduk tidak memiliki air ataupun sanitasi. Sehingga mereka sangat butuh bantuan.
DEC adalah organisasi gabungan 13 badan kemanusiaan Inggris yang menangani masalah dunia. Mereka mengumpulkan sumbangan untuk membantu warga Gaza. Bantuan sudah mulai diterima lewat situs internet dan saluran telepon 24 jam.
DEC akan menyiarkan permintaan bantuan darurat lewat jaringan TV utama pada hari Jumat besok 8 Agustus.