Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kuota Elpiji Bersubsidi Dumai Meningkat Jadi 4.920 Tabung Perhari

Sehingga, kuota untuk Kota Dumai menjadi 4.920 tabung per hari

Penulis: Mayonal Putra | Editor:

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com: Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- ‎Kuota Liquified Petroleum Gas (LPG/elpiji) bersubsidi untuk Kota Dumai bertambah sebesar1.040‎ tabung perhari. Sehingga, kuota untuk Kota Dumai menjadi 4.920 tabung per hari. Pertambahan tersebut diberikan pihak Pertamina mengingat permintaan penggunaan semakin meningkat.

Manager Operasional SPBEE PT. RMJ Perkasa Yulius mengatakan, untuk sementara pasokan elpiji 3 Kg aman. Jika pangkalan tidak menjual kepada pengecer tidak berizin, kebutuhan untuk masyarakat Kota Dumai masih mampu terpenuhi.

Kendati demikian, masih ada kekhawatiran apabila elpiji tabung 12 Kg (non subsidi) naik harga awal bulan mendatang. Dampaknya, pengguna elpiji tabung 12Kg beralih ke elpiji tabung 3 Kg. Sehingga, permintaan terhadap elpiji tabung 3Kg bisa meningkat dalam waktu yang sangat singkat.

"Hanya itu yang kita khawatirkan. Namun kami dengan Disperindag tetap akan berjuang bagaimana membuat ketegasan kepada agen dan pangkalan. Baru kemudian, membuat aturan tegas kepada semua pangkalan yang ada di Dumai," kata Yulius kepada Tribun Rabu (27/8).

Berdasarkan survey pihaknya di lapangan, ‎hingga Selasa (26/8) malam, masih terjadi penjualan besar dari pangkalan kepada pihak tertentu. Sehingga, kuota yang dititipkan dibeberapa pangkalan, dalam waktu sehari sudah kosong. Akibatnya, pelanggan resmi di sekitar pangkalan tidak bisa mendapatkan elpiji.

"Saya sudah langsung menegur pangkalan yang menjual pasokan ke pihak lain, dengan maksud dijual kembali. Padahal, pangkalan diharuskan hanya boleh menjual ke masyarakat kecil, yang lebih berhak," katanya.

Terkait dengan adanya isu kelangkaan dari elpiji 3Kg, ia juga membantah. Secara tematik, pasokan untuk Dumai aman. Namun, ‎truk para agen mengantre mengambil elpiji di tempat penyimpanan. Pengedarannnya ke pangkalan-pangkalan dilakukan pada siang hari.

"Kebutuhan pada pagi tidak terlayani. Sehingga masyarakat mengatakan pasokan langka. Sebenarnya tidak langka," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved