Pasang Keterangan “Solar Habis”, SPBU Ini Disegel Pertamina

SPBU tersebut diberi sanksi tegas oleh Pertamina lantaran memasang keterangan “Solar Habis”, padahal stok yang dimiliki masih banyak.

Pasang Keterangan “Solar Habis”, SPBU Ini Disegel Pertamina
(istimewa)
pertamina SPBU 64.785.11 yang terletak di Semuntai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat yang mendapat sanksi tegas dari pertamina (12/9/2014) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PONTIANAK – SPBU dengan nomor 64.785.11 yang terletak di Semuntai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, disegel oleh Pertamina, Jumat (12/9/2014). SPBU tersebut diberi sanksi tegas oleh Pertamina lantaran memasang keterangan “Solar Habis”, padahal stok yang dimiliki masih banyak.

Informasi yang diperoleh, operator SPBU tetap melayani pengisian solar dalam jeriken kepada konsumen hingga 50 drum atau jeriken tanpa disertai surat rekomendasi dari pemerintah setempat.

Senior Supervisor External relation Marketing Operation Region 6, Andar Titi Lestari, dalam surat elektroniknya memaparkan, ketika disidak oleh Pertamina, kendaraan yang memuat puluhan drum solar tersebut hanya mengantongi SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) saja.

“Sanksi yang Pertamina berikan adalah menghentikan pasokan solar subsidi selama dua minggu terhitung mulai hari Jumat tanggal 12 September 2014. Sedangkan operator SPBU yang kedapatan melayani pembeli dengan jeriken dimaksud terkena sanksi dari pihak Pengelola SPBU berupa pemotongan 50% gaji dan insentif, sedangkan untuk pengawas SPBU di skorsing selama 1 bulan tanpa gaji,” tutur Andar, Sabtu (13/9/2014).

Selain itu, lanjut Andar, SPBU lain yang mendapat sanksi tegas adalah SPBU dengan nomor 64.781.09 yang terletak di daerah Parit Mayor, Pontianak. Berdasarkan laporan dari Humas Polda Kalbar, SPBU itu melayani penjualan BBM solar bersubsidi kepada kendaraan yang memuat jeriken dan drum yang jumlahnya mencapai 240 liter tanpa ada rekomendasi dari pemerintah daerah. Saat ini, barang bukti dan pelaku sudah diserahkan ke Reskim Polresta Pontianak.

Dengan hasil penemuan tersebut, Pertamina telah memberikan sanksi tegas dalam bentuk penghentian pasokan BBM jenis premium dan solar selama 2 bulan kepada SPBU tersebut. Pihak Pertamina berharap dengan kejadian ini bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi para pengelola SPBU untuk lebih berhati-hati dalam menyalurkan BBM bersubsidi dan selalu menjaga citra baik Pertamina.

“Kami terbuka untuk laporan, masukan dan saran dengan dapat menghubungi kontak Pertamina kami di (021) 500.000 atau di emailpcc@pertamina.com,” pungkasnya.

Tags
Pertamina
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved