Jumat, 1 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pertamina: Harga Elpiji 12 Kg Termahal di Meranti Rp 138.500

Pertamina menyebutkan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram paling mahal di di Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu Rp138.500 per tabung

Tayang:
Editor: harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - PT Pertamina (Persero) Marketing Branch Riau Sumbar menyebutkan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram paling mahal di Provinsi Riau adalah di Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu Rp138.500 per tabung berwarna biru.
         
"Setelah kami naikkan harga Rp1.500 per kilogram terhitung 10 September 2014, maka elpiji 12 kilogram yang paling mahal terdapat di Meranti seharga Rp138.500," kata Sales Representatif Domestic Gas Pertamina Riau Sumbar Donny Brilianto di Pekanbaru, Jumat.
         
Menurut dia, harga itu sudah termasuk biaya transportasi, biaya pengajuan, keuntungan pihak agen dan pajak pertambahan nilai dari titik penyediaan Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dengan jarak 350 kilometer dan jumlah total SPPBE di Riau sebanyak 10 unit. Termahal di urutan kedua terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir seharga Rp136.500 per tabung yang berjarak sekitar 320 kilometer dari SPPBE, kemudian Kabupaten Indragiri Hulu berjarak 216 kilometer dan Pulau Bengkalis 212 kilometer dari SPPBE dengan harga Rp128.500 per tabung.  
    
Lalu Kabupaten Kuantan Singingi berjarak 176 kilometer seharga Rp126.00 per tabung, Kabupaten Bengkalis dengan jarak 150 kilometer seharga 124.000 per tabung, Kabupaten Rokan Hulu berjarak 192 kilometer seharga Rp127.000 per tabung. Kabupaten Siak berjarak 125 kilometer seharga Rp122.000 per tabung, Kabupaten Rokan Hilir berjarak 130 kilometer seharga Rp120.000 per tabung, Kabupaten Pelalawan berjarak 85 kilometer seharga Rp119.000 dan Kabupaten Kampar berjarak 62 kilometer seharga Rp117.500 per tabung.
         
"Termurah itu berada di Kota Dumai berjarak kurang dari 60 kilometer dari SPPBE dengan harga Rp110.400 per tabung, sedangkan untuk Kota Pekanbaru yang berjarak kurang dari 60 kilometer seharga Rp113.100 per tabung," ucap Donny.
         
PT Pertamina sebelumnya telah menaikkan harga elpiji nonsubsidi 12 kilogram terhitung 10 September 2014 sebesar Rp1.500 per kilogram akibat terus melemahnya nilai tukar rupiah, sehingga menimbulkan tingginya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) di pasar internasional. Senior Supervisor External Relation Pertamina Marketing Operation Region I Sumbagut Fitri Erika mengatakan, dengan kenaikan tersebut maka harga jual rata-rata elpiji 12 kilogram menjadi Rp7.569 per kilogram dari sebelumnya Rp6.069 per kilogram.
         
Pertamina menyatakan, harga jual tersebut masih jauh di bawah harga keekonomian karena berdasarkan rata-rata "contract price aramco y-o-y" Juni 2014 tercatat sebesar 891,78 dolar AS per metric ton dengan kurs Rp11.453 per dolar AS. "Ditambah komponen biaya seperti transport, filing fee, margin agen dan pajak, maka harga keekonomian elpiji 12 kilogram saat ini, seharusnya Rp15.110 per kilogram atau Rp181.400 per tabung," ucapnya. (antarariau.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved