Hari Ini, Gunung Slamet 30 Kali Gempa Embusan

Dalam catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Pos Desa Gambuhan, Gunung Slamet telah 30 kali menunjukkan gempa embusan

Hari Ini, Gunung Slamet 30 Kali Gempa Embusan
net
Aktivitas vulkanik Gunung kedua tertinggi di Pulau Jawa itu terekam jelas ketika dua petugas dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah, Minggu (10/8) dini hari. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SEMARANG — Aktivitas vulkanik Gunung Slamet sempat menunjukkan penurunan. Namun, selama 12 jam terakhir, gempa embusan muncul dari Gunung Api tertinggi di Jawa Tengah itu.

Dalam catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Pos Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Gunung Slamet telah 30 kali menunjukkan gempa embusan.

"Aktivitas Gunung Slamet saat ini memang menurun. Namun, Gunung Slamet tetap dalam status Siaga," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Data Mineral RI Surono dalam siaran persnya, Senin (15/9/2014).

Dalam laporannya, Surono mengatakan bahwa pada Senin, 15 September 2014, pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Slamet mengeluarkan gempa embusan sebanyak 13 kali. Namun, Gunung Slamet sudah tidak mengeluarkan asap lagi. Keadaan cuaca di sekitar Gunung Slamet juga terang disertai angin yang relatif sedang dari arah timur.

Sementara itu, pada pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Slamet mengeluarkan 17 kali gempa embusan. Total dari embusan sebelumnya, dalam 12 jam, Gunung Slamet mengeluarkan 30 gempa embusan. Cuaca di Gunung Slamet sendiri terang, tetapi secara visual tertutup oleh kabut.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya, Senin. Menurut Sutopo, aktivitas vulkanik Gunung Slamet memang menunjukkan penurunan, setelah sebelumnya meletus pada Jumat (12/9/2014).

Sutopo mengatakan, sejak hari Minggu (14/9/2014) hingga hari ini, tidak ada asap hitam yang keluar dari dalam kawah. Jumlah kegempaan juga menurun.

"Status gunung sampai saat ini masih Siaga, dan itu tidak diketahui secara pasti apakah penurunan akan terus berlangsung lama atau fluktuatif. Namun, masyarakat dan lima pemkab telah siap menghadapi kondisi yang terburuk," paparnya.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved