Lahar Hujan Gunung Kelud Kini Bisa Dipantau via Android

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menambahkan 9 alat khusus sebagai pemantau aliran lahar hujan

Lahar Hujan Gunung Kelud Kini Bisa Dipantau via Android
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Suasana turunnya lahar hujan yang terjadi di sekitar Desa Pandansari, Ngantang, Malang, Jawa Timur, Selasa (18/2/2014). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEDIRI - Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menambahkan 9 alat khusus yang berfungsi sebagai pemantau aliran lahar hujan di sekitar Gunung Kelud daerah Kediri, Jawa Timur.

Komandan Kodim 0809 Kediri sekaligus Ketua Satlak Penanggulangan Bencana Gunung Kelud, Letkol Heriyadi mengatakan, penambahan 9 alat itu sebagai bagian dari upaya pencegahan jatuhnya korban jiwa akibat lahar hujan.

"Jadi memperkuat kesiapsiagaan karena alat itu sebagai bagian dari early warning system," kata Heriyadi, Senin (15/9/2014).

Kesembilan alat itu, Dandim menambahkan, akan disebar di titik-titik aliran lahar baik yang ada di wilayah Kediri maupun Blitar. Dengan rincian, 8 alat akan diletakkan di Kediri dan sisanya di Blitar.

Secara umum, kata Heriyadi, alat yang digerakkan oleh tenaga matahari itu akan mengirimkan sinyal tanda bahaya aliran lahar hujan langsung kepada gadget yang telah terhubung. Gadget tersebut bisa berbasis Android maupun Blackberry.

Pemasangan alat peringatan dini ini menjadi penting untuk segera dipasang karena bulan depan sudah memasuki musim hujan dan di sekitar kawah Kelud masih banyak tumpukan sisa material vulkanik yang masih labil sehingga rentan longsor terbawa air hujan.

"Sehingga nantinya aliran lahar diharap tidak menimbulkan korban jiwa," pungkasnya.

Gunung yang mempunyai ketinggian 1.731 meter di atas permukaan air laut itu meletus hebat pada 13 Februari 2014. Saat ini, kondisinya sudah membaik dan ditetapkan dalam status kegunung apian aktif normal. Meski demikian kawasan kawah masih steril pengunjung.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved