Perampok Toko Mas Mulia Tertunduk Lesu Dituntut 8 Tahun Penjara

Otak pelaku rampok Toko Emas Mulia di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Dodi Alex Candra alias Kadok, dituntut 8 tahun penjara oleh JPU Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Otak pelaku rampok Toko Emas Mulia di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Dodi Alex Candra alias Kadok, Senin (15/9) hanya bisa tertunduk lesu saat mendengar dirinya dituntut 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.

Menurut JPU Tiorlina SH, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) di Toko Emas Mulia. Akibatnya uang dan perhiasan emas senilai Rp4 miliar berhasil dibawa kabur bersama tiga rekannya. "Oleh karena itu terdakwa Dodi telah melanggar pasal 365 KUHPidana tentang Curas," ujar Tiorlina.

Tuntutan tersebut kata Tiorlina lagi, sudah sesuai dengan keterangan para saksi dan fakta persidangan. "Kemudian tuntutan yang kami ambil juga sudah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan hal yang meringankan," ucap JPU.

Dalam dakwaan JPU Tiorlina menyampaikan, dalam aksinya terdakwa tidak sendirian ia dibantu oleh Moris (tewas dalam penangkapan), Anang Baun, Idris, dan Safar masih DPO.

Selain itu terdakwa juga dibantu oleh, Roni Fadila, Sundari, dan Leri Nardo Wijaya (anggota Satpol PP Riau) yang sudah dituntut terlebih dahulu.

Aksi perampokan kelompoknya kata Tiorlina, dirancang sebulan sebelum mereka beraksi. "Dimana saat itu Kadok dan Moris datang ke Pekanbaru untuk membahas rencana melakukan perampokan bersama Roni Fadla (berkas terpisah). Setelah itu keduanya kemudian kembali ke Palembang Sumatera Selatan," kata Tior lagi.

Tapi sebelumnya Moris menitipkan uang kepada Roni Fadila sebesar Rp1 juta untuk mencarikan rumah kos di Pekanbaru. Tidak beberapa lama kemudian, terdakwa dan Moris kembali ke Pekanbaru untuk menggambarkan peta target mereka. Selang beberapa hari menyusul Anang, Kafar dan Idris yang berangkat dari Palembang. ''Setelah semuanya bertemu terdakwa mengatur tugas dan peran masing-masin," ungkap JPU.

Pada hari Minggu sekitar pukul 13.00 dengan membawa senjata api Kadok bersama temannya beraksi di Toko Emas Mulia dan membawa kabur uang Rp1,7 miliar dan emas sekitar 4 Kg. "Atas perbuatan terdakwa menyebabkan Serly Darfian selaku korban mengalami kerugian sebanyak Rp4 miliar,'' papar Tiorlina. (rsy)

Penulis: Rino Syahril
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved