Periksa 4 Warga Asing Terduga Teroris, Polisi Terkendala Bahasa

Kepolisian mengalami kendala bahasa dalam penyelidikan terhadap empat warga asing yang ditangkap di Poso

Periksa 4 Warga Asing Terduga Teroris, Polisi Terkendala Bahasa
ANTARA/BASRI MARZUKI
Polisi menggelandang satu dari tujuh terduga anggota jaringan terorisme internasional di Markas Polda Sulawesi Tengah di Palu, Sabtu (13/9). Dari tujuh orang yang ditangkap di Desa Marantale, Kabupaten Parigi Moutong, sekitar 80 kilometer arah timur Kota Palu itu, empat orang merupakan warga negara asing. Dua dari warga asing itu memegang paspor Turki. Tiga lainnya merupakan warga Indonesia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Kepolisian mengalami kendala bahasa dalam penyelidikan terhadap empat warga asing yang ditangkap di Poso, Sulawesi Tengah, dengan sangkaan terlibat dalam terorisme. Keempat orang itu diketahui berasal dari Turki.

"Meskipun sudah kami gunakan penterjemah bahasa, komunikasi dengan terduga teroris tersebut masih belum sepenuhnya dimengerti," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Agus Rianto, saat ditemui di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/9/2014).

Agus mengatakan, bahasa yang digunakan empat warga asing tersebut berbeda dengan bahasa utama yang digunakan di Turki. Hal itu menyebabkan tim penyidik kesulitan untuk menganalisis penjelasan yang diberikan oleh warga asing tersebut.

"Mereka itu sepertinya berasal dari Uigur, wilayah perbatasan antara Turki dan China. Memang di daerah tersebut sebagian besar penduduknya beragama muslim," ujar Agus.

Saat ini, tiga orang WNI sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Tengah. Sedangkan empat warga asing yang ditangkap dibawa ke Jakarta.

Ketika ditanya bahasa apa yang digunakan empat warga asing itu dengan tiga WNI saat berada di Indonesia, menurut Agus, hal tersebut masih dalam pemeriksaan oleh penyidik.

"Apakah mereka menggunakan bahasa yang hanya dipahami oleh mereka sendiri, kami belum tahu. Setiap orang yang diduga terlibat aksi kejahatan, pasti ada hal-hal yang disembunyikan," kata Agus.

Tim gabungan dari Kepolisian Resor Parigi Moutong, Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, dan Detasemen Khusus 88 Antiteror, Sabtu, menangkap tujuh orang yang dicurigai terkait jaringan Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS).

Penangkapan mereka berawal dari razia yang digelar pada pukul 03.00 Wita di depan Markas Polres Parigi Moutong. Dalam razia itu, ada mobil Daihatsu Xenia yang berhenti dan berbalik arah.

Polisi kemudian mengejar mobil tersebut dan menangkap tiga orang yang mengaku dari Palu, yaitu Saiful Priatna alias Ipul (29), M Irfan (21), dan Yudit Chandra alias Ichan (28). Empat warga asing melarikan diri ke hutan, tetapi kemudian menyerahkan diri sekitar pukul 17.00 Wita. Mereka adalah Abdul Basit, Ahmed Bozoghlan, A Bayram, dan A Zubaidan.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved