Baru Ditinggal ke Mushala, Sapi Senilai Rp 15 Juta Dilalap Si Jago Merah

Tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari rumah korban, bahkan uang tunai Rp 18 juta yang disimpan di kamar ikut hangus terbakar

Baru Ditinggal ke Mushala, Sapi Senilai Rp 15 Juta Dilalap Si Jago Merah
ilustrasi/net

TRIBUNPEKANBARU.COM, UNGARAN - Kurang dari 24 jam, ada dua peristiwa kebakaran terjadi di Kabupetan Semarang. Setelah sebelumnya diberitakan, rumah Sumi'in di Dusun Getas Kombang, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ludes terbakar, Rabu (17/9/2014) pukul 10.30 Wib siang dan hanya seekor sapi yang berhasil diselamatkan, kebakaran juga sempat terjadi di rumah Jumar (62) warga Dusun Dukuh, desa Duren, Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang, pada Selasa (16/9/2014) pukul 18.30 Wib.

Rumah semi permanen tersebut ludes dilalap api yang berasal dari tungku di dapur rumah tersebut. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan dari rumah korban, bahkan uang tunai Rp 18 juta yang disimpan di kamar ikut hangus terbakar. Begitu juga sapi milik korban seharga Rp 15 juta mati terpanggang.

"Betul ada kebakaran di Tengaran, Tidak ada korban jiwa, tapi sapi korban tewas terpanggang" kata Kasubag Humas Polres Semarang, AKP Endang Suprobo saat dihubungi, Rabu (17/9/2014) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran berawal ketika korban memasak air menggunakan tungku. Selanjutnya, korban pergi ke mushala untuk shalat magrib.

Sepulang shalat magrib, korban terkejut melihat atap dapur rumahnya keluar asap tebal disusul api yang membumbung.  Korban bergegas mengecek keadaan rumahnya tetapi api sudah terlanjut melalap seluruh rumah dan kandang sapi miliknya. Akibat kejadian tersebut, korban merugi sebesar Rp 83 juta.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Arief Budianto mengatakan, sudah melakukan sosialisasi ke kecamatan terkait potensi kebakaran pada bulan-bulan ini. Pasalnya gelombang panas elnino berpengaruh pada cuaca dan angin di wilayah Jawa Tengah.

"Dari camat diharapkan bisa disamopaikan ke lurah, dan seterusnya ke masyarakat. Dampak elnino ini angin cenderung kering. Jadi tolong lurah-lurah juga menyebarkan nomor damkar ke warga agar mudah menghubungi jika ada kejadian," kata Arif.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved