Breaking News:

Bentrok TNI vs Brimob

Kompolnas: Mafia BBM Batam Jarah Solar Subsidi 200 Kilo Liter Per Hari

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendatangi Polda Kepulauan Riau untuk mengetahui kinerja kepolisian di wilayah tersebut

Editor: Muhammad Ridho
TRIBUN BATAM /ARGIANTO DA NUGROHO
Tim investigasi pencari fakta saat melakukan rekontruksi kasus penembakan anggota TNI dari batalyon 134 TS oleh anggota polisi dari satuan Brimob Polda Kepri di TKP Gudang Penimbunan Solar milik Noldi, Sabtu (27/9/2014). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendatangi Polda Kepulauan Riau untuk mengetahui kinerja kepolisian di wilayah tersebut dalam menindak para mafia Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bukan hanya itu, dua orang komisioner Kompolnas yang datang ke Kepri M Nasser dan Edi Hasibuan datang ke Polda Kepri pun untuk melihat peristiwa penggerebekan gudang BBM ilegal yang berujung pada tertembaknya empat anggota TNI.

M Nasser kepada wartawan menjelaskan kedatangan Kompolnas ke Batam dalam rangka menindaklanjuti pengaduan masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM jenis solar di SPBU Batam.

Hasil penelusuran dan data yang diperoleh Kompolnas dari Polda Kepri ditemukan banyak penyelewengan yang terjadi berupa tindakan penimbunan BBM bersubsidi untuk dijual ke industri.

"Adapun modus yang digunakan para pelaku kejahatan tindak pidana Migas ini dengan cara satu diantaranya memodifikasi tanki bahan bakar kendaraan," ungkap Nasser di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2014).

Data dari Polda Kepri yang dikumpulan sejak bulan Maret hingga September 2014, jajaranya sudah menyelesaikan 29 perkara tindak pidana Migas dengan 33 tersangka. Dari jumlah tersebut, 11 orang tersangka telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk disidangkan, serta sisanya masih dalam proses akhir penyelesaian penyidikan termasuk pelimpahan satu perkara ke POM TNI karena tersangka seorang anggota TNI.

"Dalam penanganan seluruh tindak pidana migas ini, Polda Kepulauan Riau telah menyita barang bukti hasil kejahatan antara lain 70 mobil pengsir dan lima unit kapal pengangkut BBM ilegal," ungkap Nasser.

Penindakan yang dilakukan Polda Kepri terhadap para pelaku kejahatan di sektor Migas dalam kurun waktu 7 bulan terakhir mampu menurunkan penggunaan masyarakat terhadap BBM jenis solar dari 400 kilo liter menjadi 200 kilo liter dalam satu harinya.

Dengan data tersebut penegakan hukum yang dilakukan Polda Kepri terhadap para pemain BBM ilegal sudah berada pada jalur yang benar sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Hal tersebut terlihat dengan tidak adanya lagi antrian atau kelangkaan BBM jenis solar di Batam dan sekitarnya.

"Bila penegakan hukum silakukan secara konsisten dan berkelanjutan maka akan dapat diselamatkan keuangan negara setara dengan Rp 438 miliar pertahunnya," ungkap dia.

Halaman
12
Tags
BBM
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved