Breaking News:

Ibadah Haji 2014

Dua Ratus Orang Lebih Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal

Total jamaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi mencapai 204 orang, yang terdiri dari jamaah haji reguler 192 orang dan jamaah haji khusus-

Editor: Muhammad Ridho
tribun timur/muhammad abdiwan
Calon jamaah haji menaiki pesawat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (1/9/2014). Sebanyak 455 jamaah calon haji asal Kota Makassar dan Soppeng yang tergabung dalam kloter satu Embarkasi Hasanuddin Makassar diterbangkan menuju Jeddah, Saudi Arabia untuk menunaikan ibadah haji. tribun timur/muhammad abdiwan 

TRIBUNPEKANBARU.COM, Makkah - Total jamaah haji Indonesia yang meninggal di Arab Saudi mencapai 204 orang, yang terdiri dari jamaah haji reguler 192 orang dan jamaah haji khusus (dulu ONH plus) 12 orang, sebut data Sistem Komputersisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Kamis, pukul 15.34 WIB.

Menurut data Siskohat, jamaah haji yang paling banyak meninggal berasal dari embarkasi Surabya yakni 39 orang atau 19,12 persen, berikutnya embarkasi Solo 37 orang atau 18,14 persen dan embarkasi Bekasi 35 orang atau 17,16 persen.

Jumlah jamaah haji yang meninggal melonjak terutama setelah pelaksaanaan ibadah haji atau setelah Armina (wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah serta melempar jumrah dan bermalam di Mina). Proses ini memang memelukan fisik yang prima.

Sebelum pelaksanaan Armina, atau sejak 1 September hingga 2 Oktober hingga siang hari, total anggota jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia adalah 77 orang yang terdiri dari 70 jamaah reguler dan tujuh jamaah haji khusus.

Selanjutnya pada Sabtu (4/10) hingga pukul 19.13 WIB, atau satu hari setelah wukuf, jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia bertambah menjadi 96 orang. Pemulangan terakhir jamaah haji ke Tanah Air pada musim haji 2014 adalah tanggal 6 November 2014.

Sementara itu jumlah jamaah haji yang wafat pada musim haji 2013 (1434H) yakni 281 orang pada 2013 dan 425 orang di tahun 2012.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan pada tahun ini banyak jamaah yang sudah lanjut usia dan termasuk dalam resiko tinggi. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan kementerian untuk memberikan prioritas sisa kuota haji kepada jamaah yang lanjut usia. (ant)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved