Sabtu, 13 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Harga BBM Naik

Sopir Angkot di Pekanbaru Naikkan Ongkos Rp 1.000

Kenaikan tarif tersebut respon dari Organisasi Angkutan Darat Pekanbaru untuk meredam aksi mogok kerja para sopir atas kenaikkan harga BBM

Tayang:
Editor: harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sopir angkutan umum di Pekanbaru menaikkan tarif sementara dari Rp 3.000 menjadi Rp 4.000, Rabu (19/11). Kenaikan tarif tersebut respon dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pekanbaru untuk meredam aksi mogok kerja para sopir menyusul protes terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebelumnya, Rabu pagi, puluhan sopir oplet jurusan Ramayana-Nangka berkumpul di depan Plaza Sukaramai. Satu persatu, oplet, bus kota serta Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang melintas mereka hentikan. Lalu mereka meminta penumpang turun dan mengajak rekannya sesama sopir mogok kerja.

Tanpa disertai orasi apapun, para sopir ini mengaku protes dengan kenaikan harga BBM yang sangat mempengrahui pendapatan mereka. Jika mau adil, para sopir menuntut agar pemerintah segera menaikkan tarif oplet. Aksi mogok para sopir ini direspon Organda Pekanbaru.

Sekretaris DPC Organda Pekanbaru, Agus Sikumbang, mendatangi para sopir dan membagikan secarik kertas. Usai menerima kertas itu, kekesalan para supir tampak mereda. Satu persatu, mereka kembali naik ke opletnya lalu pergi meninggalkan tempat itu. Akhirnya, ruas Jalan Sudirman di depan pusat perbelanjaan itu yang sempat padat bisa kembali lancar.

"Mereka ini menuntut agar tarif angkutan segera dinaikkan. Keputusan menaikkan tarif itupun sudah sejalan dengan hasil Musyawarah Kerja Nasional Organda di Semarang beberapa waktu lalu," kata Agus.

Namun, meski harga BBM sudah naik, belum ada kesepakatan berapa tarif angkutan yang baru. Padahal, naiknya harga BBM sudah sangat memberatkan pengusaha angkutan. Termasuk oplet dan bus kota. Menghindari suasana makin ricuh, Organda akhirnya membuat tarif sementara.

"Memang perlu penyesuaian tarif karena sifatnya insidentil. Langkah ini untuk mengantisipasi masalah yang sifatnya mendadak seperti ini. Karena siapa yang tanggungjawab kalau suasana tambah runyam," katanya.

Tarif sementara yang mereka tetapkan sebesar Rp 4.000. Baik untuk oplet, bus kota ataupun TMP. Menurut Agus, semua harus sama. Karena kalau ada yang lebih murah, masyarakat akan memilih angkutan itu dan akhirnya merugikan angkutan lainnya.

Aksi serupa juga dilakukan sejumlah sopir oplet dan bus kota trayek Panam. Aksi itu juga tidak berlangsung lama. Setelah ada kesepakatan di antara sopir dan perwakilan Dishubkominfo Pekanbaru, akhirnya operasional berlanjut lagi.

Mereka sepakat menaikkan tarif dari yang sebelumnya Rp 3.000 menjadi Rp 4.000 per sekali antar mulai besok. "Kami sempat berhenti beroperasi sekitar 1,5 jam mulai pukul 07.30," kata seorang supir bus kota, Andi. (Tribun Pekanbaru Cetak)

Bagaimanakah sikap Pemko Pekanbaru terhadap aksi sopir angkot ini? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru

Tags
BBM
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved