Jalan Sumbar Riau Putus
Warga Masih Nekat Melintasi Jalur Sumbar-Riau yang Putus
Sebagian penumpang memilih berjalan kaki melewati jalan yang sedang diperbaiki agar bisa berpindah ke angkutan umum di sisi lainnya.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN - Hingga Rabu (19/11/2014) sore, masih terlihat antrean panjang kendaraan pribadi dan angkutan umum menunggu pulihnya jalan di Kenagarian Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.
Sebagian penumpang memilih berjalan kaki melewati jalan yang sedang diperbaiki agar bisa berpindah ke angkutan umum di sisi lainnya. "Saya semalam sudah menunggu di sini, baru bisa berjalan ke seberang karena dipindahkan ke bus yang lain," kata seorang pengguna jasa bus AKAP, Rosnimar (48).
Rosnimar naik angkutan umum dari dari Pekanbaru dengan tujuan Lubuk Basung, Sumbar, namun karena jalan ambles pada Selasa (18/11) dini hari, ia terpaksa bermalam di sekitar lokasi bencana. "Sebenarnya khawatir juga berjalan kaki lewat jalan itu, tapi mau tidak mau harus lewat karena bisa lebih lama saya di sini," kata dia.
Tak hanya Rosnimar, sebagian besar pengguna jasa angkutan lainnya dari arah Sumbar menuju Riau maupun sebaliknya, menyeberangi jalan yang sedang diperbaiki itu dengan membawa barang-barang mereka.
Seorang supir bus rute Duri - Padang, Mardi (30) mengatakan, ia bisa saja menempuh jalan alternatif melalui Taluk Kuantan lalu tembus ke Kiliran Jao, Dharmasraya. “Tapi ongkos akan diminta lebih besar, karena kita berputar lebih jauh, apalagi sekarang harga bahan bakar minyak (BBM) sudah naik," kata Mardi.
Karena itulah, ia menjemput penumpang dari seberang jalan yang amblas, menggunakan bus dengan armada yang sama dari Bukittinggi. "Penumpang harus menambah ongkos mereka Rp 20 ribu. Itu tidak seberapa dibanding harus melewati Kiliran Jao," kata dia.
Seorang pengendara sepeda motor dari Bengkalis, Yetti (44) terpaksa bermalam di lokasi jalan ambles. Pasalnya, kemarin hanya pejalan kaki yang bisa lewat. "Saya sampai di sini sekitar pukul setengah sembilan, tapi ternyata sudah tidak bisa dilewati motor. Terpaksa saya menunggu karena tidak bisa meninggalkan motor saya," ujar Yetti, yang hendak ke Padang Panjang, Sumbar, untuk menjenguk anaknya yang sedang sakit.
Sehari sebelumnya, Selasa, jalan yang ambles itu memang masih bisa dilewati sepeda motor dibantu warga setempat dengan memberi upah seadanya. (Tribun Pekanbaru Cetak)
Bagaimanakah sikap pihak kepolisian terhadap warga yang bandel melintasi jalur Sumbar-Riau yang putus? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru