Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ghalif Bisa Tersenyum, Bocah Tanpa Tempurung Lutut Ini Terima Kursi Roda

Bantuan kursi roda yang diberikan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Fikiri menjadi hadiah spesial bagi Ghalif.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor:

Laporan : Syaiful Misgio

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Senyum sumringah terpancar jelas diwajah Desi Suprianti (28) dan Sulpiyanto (33) orang tua Muhammah Ghalif Ibrahim (8) bocah penderita hernia dan tidak memiliki tempurung lutut, Kamis (20/11). Impiannya untuk membelikan kursi roda yang selama ini mereka idam-idamkanya akhirnya terwujud.

Bantuan kursi roda yang diberikan oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Fikiri menjadi hadiah spesial bagi Ghalif. Maklum, sejak lahir Ghalih memang tidak bisa berjalan seperti anak normal pada umumnya. Selama delapan tahu, Ghalih hanya bisa ngesot saat ini bergeser dan selelu digending saat bepergian keluar rumah. Sejak lahir Ghalih mengalami kelumpuhan, dia terlahir dengan tidak memiliki tempurung lutut, kakinya tampak lemas dan tak mampu menopang tubuhnya. Kini Ghalih sudah bisa tersenyum kecil karena tak perlu lagi ngesot saat ingin bergesar ke satu tempat ke tempat yang lain.

"Sudah lama saya punya keinginan mau membelikan Ghalif kursi roda, tapi karena keterbatasan ekonomi saya tidak bisa membelikannya,"kata Desi Suprianti (28) ibu Ghalif.

Maklum, orang tua Ghalif memang tidak memiliki biaya yang cukup untuk membeli kursi roda. Ayahnya, Sulpiyanto (33) hanya berprofesi sebagai tukang ojek di Pelabuhan Sei Duku, terkadang jika tarikan sepi dia menjadi buruh lepas.

"Satu hari biasanya dapat Rp 30 ribu, itu saya kasih istri untuk beli beras, dan bumbu dapur,"kata Sulpiyanto.

Selain untuk biaya hidup, Sulpiyanto juga harus mencari uang untuk membayar kontarakan rumah dan biaya berobat anaknya. Ghalif juga mengalami masalah pada buang air besar, dia rutin berobat kerumah sakit setiap 10 hari sekali. Selain itu, setiap dua bulan sekali, Ghalif juga harus memeriksakan paru-parunnya kerumah sakit. Bebannya kiat terasa berat, karena keluarga ini tidak terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan.

"Saya bukan tidak mau ngurus, tapi saya takut tidak bisa bayar angsuran perbulanya. Kalau daftar BPJS kan saya harus daftarkan semua yang ada di KK, disitu ada tiga orang, artinya dalam satu bulan kalau saya ambil yang kelas tiga saya harus bayar Rp. 75 ribu perbulanya," sebutnya.

Bagi masyarakat, perusahaan dan instansi yang berminat untuk menjadi donatur di Laz Alfikri, bisa langsung menyalurkan sumbanganya ke kantor Laz Alfikri yang berada di Jalan Paus Nomor 74 Pekanbaru. Bisa juga dengan menghubungi nomor telepon di 0761-863587. (*)

Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru.com dan LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved