Kisah Wartawan Tribun Saat Baku Tembak
Saya Nyaris Kena Tembak Saat Buang Air Kecil di Toilet
Saya melihat Wagub Kepri dalam posisi tiarap di salah satu ruangan. Setelah mengetahui keberadaan Wagub Kepri, saya kembali ke lorong dan tiarap
Laporan Wartawan Tribun Batam, Zabur Anjasfianto
TRIBUNPEKANBARU.COM, BATAM - Di dalam gedung itu kami langsung bergabung dengan anggota Brimobda yang lain. Dengan susana gelap gulita, kami dilarang menyalakan HP. Karena lampu dari HP bisa menjadi sasaran tembak. Dan jika mau menghubungi atau menerima panggilan, harus dilindungi dengan baju atau jaket agar cahaya lampu dari HP itu tidak terlihat.
Kami bersembunyi bersama staf Pemprov Kepri. Sedangkan Wagub Kepri di ruang Kasat Brimob. Tembakan kembali terdengar sekitar lima menit kemudian. Kami tiarap. Susana pun mulai mencekam. Rentetan senjata tidak henti-henti. Saya pun mencoba untuk mencari tahu keadaan Wagub Kepri. Saya pun nekat menyeberang ke lorong tempat Wagub Kepri berlindung.
Saya melihat Wagub Kepri dalam posisi tiarap di salah satu ruangan. Setelah mengetahui keberadaan Wagub Kepri, saya kembali ke lorong dan tiarap. Pukul 22.00. Saya berhasrat buang air kecil. Di dalam toilet, saya dengar tembakan lagi. Serpihan atap berjatuhan mengenai saya.
"Pak tiarap, tiarap. Mati kan HP, itu ada cahaya. Awas jadi sasaran tembak," kata anggota Brimob yang mengantar saya.
Setelah berhasil masuk ke ruang semula, saya dengar Kasat Brimob berkoordinasi menggunakan HT. "Jangan terpancing dan jangan keluarkan tembakan balasan. Tetap waspada dan tunggu perintah," ujar Kombes Tory. (Tribun Pekanbaru Cetak)
Wartawan Tribun sempat nyaris kena tembak saat di toilet. Bagaimanakah kisahnya? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru