BBM Naik, Sopir Trans Metro Ngotot Naikkan Tarif Angkutan
Ijal tidak bisa terima walau sudah dijelaskan bahwa TMP tidak bisa menaikkan tarif secara sepihak.
Penulis: | Editor:
Laporan: Hendra Efivanias
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sejumlah supir oplet protes karena bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) masih menerapkan tarif lama seharga Rp 3.000. Mereka menuntut agar bus yang dikelola perusahaan daerah itu mengikuti tarif sementara yaitu Rp 4.000.
"Kami minta ikuti kesepakatan awal. Kemarin TMP sudah setuju menaikkan harga Rp 4.000 juga. Tapi sekarang masih Rp 3.000. Kalau begini rugi kami pak," ungkap seorang supir oplet, Ijal ketika berdialog dengan polisi dan Max Robert, Kasi Pengawasan Pengendalian Dishubkominfo Pekanbaru, Senin (24/11/2014).
Ijal tidak bisa terima walau sudah dijelaskan bahwa TMP tidak bisa menaikkan tarif secara sepihak. Karena ongkosnya disubsidi dengan uang negara.
"Kami tidak bisa menaikkan harga sepihak. Karena ini disubsidi oleh pemerintah. Kalau ada SK Walikota saat ini juga saya naikkan harga. Kami menjalankan harga tiket sesuai SK," ungkap Kepala Unit TMP, Panzi Barza. (*)
Apakah TMP tak mengalami kerugian dengan tarif lama? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru