Rabu, 6 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Tour de Asia Tiga Kakek

Opung Sempat Dikira Tukang Tambal Ban di Thailand

Kejadian lucu terjadi waktu Opung didatangi orang Thailand yang minta tolong ganti ban juga. Sayangnya kami tidak bisa bantu karena tidak ada alatnya

Tayang:
Editor: harismanto

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tenda trio pesepeda asal Pekanbaru, yakni Tasman Jen, Tri Joko Waskito, dan Josef Situmorang, sudah terkembang dengan anggunnya di pinggir Danau Lam Thakong, Thailand. Pengunjung sudah pada pulang, tinggal kami bertiga di taman wisata yang tiba-tiba jadi sunyi senyap. Malam itu kami tidur diselingi suara jangkrik dan sesekali kali bunyi deru mobil yang melintas dari kejauhan.

Tidur kemping di pinggir danau sudah kami rencanakan sejak perencanaan perjalanan dulu, akhirnya kesampaian juga. Sebetulnya Danau Lam Thakong tidak jauh beda dengan danau-danau di Indonesia. Tapi lantaran danau Lam Thakong berada di tengah benua Asia, bagiku ini agak beda sensasinya.

Tiupan udara dingin dari luar mengguncang tendaku dan desiran cemara serta jangkrik malam berbaur membuat pikiranku melayang makin jauh. Aku pakai tiga lapis pakaian ditambah kaus khaki, kupluk, membuat badanku hangat lagi. Akhirnya aku ketiduran sampai kicauan burung pagi membangunkanku lagi.

Kami begitu bersemangat Kamis pag. Udara dingin dan panorama pinggir danau membuat kami sudah tidak tahan untuk menyusurinya. Opung Sitor melejit duluan setelah makan seporsi ayam goreng. Aku menyusul di belakang. Jalan mulus dan menurun tajam, lalu meliuk ke kiri searah pinggir danau. Sepedaku mendahului Opung dengan kecepatan 47 km per jam, aku berteriak "Kutunggu opung di Laos!". Opung juga berteriak, "Yoooup."

Aku perhatikan kaca spion, Joker sudah tidak kelihatan di belakang. Menjelang Klong Kai, jalan mulai mendatar, aku didahului Opung Yosef. Joker masih belum kelihatan sampai akhirnya kita berkumpul lagi dan makan siang di pertigaan masuk Kota Nakhon Ratchasima. Makan siang kali ini pun pemilik warungnya enggak mau dibayar. Alhamdulillah gratis lagi.

Kami lanjut menuju arah Khon Kaen. Jalan yang lurus terasa agak membosankan. Kiri-kanan persawahan padi dan kadang-kadang ada pabrik dan gudang. Setelah total kayuhan 97 km, hari sudah hampir magrib. Kami berhenti di sebuah stasiun pengisian gas di daerah Nonsung. Satu ruang kosong sepertinya bekas lapak yang ditinggal dan berdebu cukup tebal kami sapu, lalu didirikan tenda setelah dapat izin dari petugas yang ada di situ.

Pagi bangun tidur, Jumat, Joker mengeluh kena diare. “Lemas.” katanya. Mungkin karena makan ayam panggang kemarin.

Pada Jumat (21/11) pagi, sewaktu perjalanan akan dilanjutkan, ternyata tertunda lagi karena sepeda Opung Sitor bocor dan kempes. Segera kami gotong-royong mengganti dengan ban dalam baru. Tapi sayang ban dalam yang dibawa opung ukurannya berbeda, sehingga ban lama ditambal dan dipakai lagi.

Kejadian lucu terjadi waktu Opung didatangi orang Thailand yang minta tolong untuk ganti ban juga. Sayangnya kami tidak bisa membantu karena tidak ada alatnya. "Dipikirnya aku sudah buka cabang pula di Thailand ya. Ha..ha,” kata Opung. (Tribun Pekanbaru Cetak)

Bagaimanakah pengalaman petualangan tiga kakek pesepeda ini di Thailand? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Pages Facebook: Tribun Pekanbaru

Tags
sepeda
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved