Diejek Jadi Tukang Es, Arman Pede Gunakan Motor Bahan Bakar Gas
Harusnya pakai injektor. Tapi karena gak ada injektor disini.
Penulis: Afrizal | Editor:
Laporan: Afrizal
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Tidak terlalu banyak modifikasi yang dilakukan Arman, mahasiswa Teknik Mesin UIR terhadap motor berbahan bakar gas miliknya. Pelampung pada karburator dibuang. Penyalur gas dari tabung menggunakan dua keran. Keran pertama terletak di bawah jok bersifat otomatis. Keran kedua, di luar di samping kanan jok. Keran ini berfungsi sebagai pengatur aliran gas. Keran dalam, akan berhenti mengalirkan gas otomatis bila stop kontak kendaraan dimatikan. Seharusnya, yang digunakan adalah injektor. Namun karena sulit menemukannya, Arman menganti dengan keran.
"Harusnya pakai injektor. Tapi karena gak ada injektor disini, modifikasi pakai keran manual sebagai pengganti.
Harusnya bagus pakai injektor karena pas pengaturan. Kalau kran manual ini harus atur manual," katanya.
Awal menggunakan tabung gas sebagai bahan bakar, diakui Arman banyak tantangan.
Pertama kali dibawa ke kampus awal Oktober, banyak cemoohan yang diterima dari teman-teman. Maklum saat itu tabung gas dipasang di depan. Ejekan berupa pertanyaan apakah jual es krim dan sebagainya dari teman sudah biasa. Dua minggu setelah itu, Arman memanfaatkan box khusus motor.
Box jadi dimodifikasi ulang. Bagian penutup atas dilubangi dan dipasang penutup khusus. Tujuannya mempermudah pengaturan dan mengecek regulator. Bila tidak dilubangi, dirinya harus turun dulu membuka box. (*)
Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com
FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Page Facebook: Tribun Pekanbaru