Benarkah Penis Bisa Patah?
Benar adanya penis tak memiliki tulang, namun di dalam penis ada bagian yang disebut corpora cavernosa.
TRIBUNPEKANBARU.COM, NEW YORK - Sebagai organ intim dan organ seksual pada pria, penis seharusnya sudah bukan hal yang asing. Meski begitu, masih saja banyak mitos yang beredar seputar organ ini.
Dilansir oleh Women's Health Magz, Senin (22/12/2014), berikut akan kami sajikan beberapa mitos paling populer tentang penis yang keliru dan fakta yang sesungguhnya di balik mitos tersebut.
Pertama, ukuran kaki bisa prediksi ukuran penis. Faktanya, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan ukuran penis bisa terlihat dari ukuran kaki seseorang. Banyak penelitian yang telah melakukan pengamatan dan perbandingan antara ukuran penis dengan ras, tinggi badan, otot, dan ukuran kaki, tangan, bahkan pantat. Namun tak ada satu pun yang bisa membuktikan kaitan antara bagian tersebut dengan penis.
Kedua, penis tak bisa patah karena tak memiliki tulang. Benar adanya penis tak memiliki tulang, namun di dalam penis ada bagian yang disebut corpora cavernosa, yaitu jaringan yang menyuplai darah dan melindungi penis. Bagian ini bisa patah. Jika Anda memperlakukan penis dengan tidak hati-hati, memang tak ada tulang yang patah, namun bisa terjadi kerusakan pada struktur tersebut, dan ini hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Penyebab patah in biasanya adalah posisi 'women on top' yang dilakukan dengan tidak hati-hati.
Ketiga, tersedia pil, krim, dan cara untuk membuat penis lebih besar. Kenyataannya, tidak ada pil, krim, operasi, atau alat apapun yang bisa membuat penis menjadi lebih besar secara instan. Namun beberapa kebiasaan yang sehat bisa membuat penis berfungsi dengan optimal saat berhubungan seksual. Misalkan adalah berhenti merokok, mengonsumsi makanan yang rendah kolesterol, dan berolahraga.
Yang terakhir, penis tetap 'tegang' setelah seks yang berarti pria ingin bercinta lagi. Mungkin Anda sering mendengar pernyataan tersebut, namun ini hanyalah mitos belaka. Beberapa pria bisa tetap ereksi meski mereka sudah mengalami ejakulasi. Berapa lama seseorang tetap ereksi setelah ejakulasi berbeda-beda bergantung pada kualitas aliran darahnya, tingkat rangsangan yang dirasakan, dan apakah dia menggunakan pil biru viagra.
Demikian beberapa mitos paling populer yang masih dipercaya oleh banyak orang mengenai penis. Mitos-mitos tersebut tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat dan sebaiknya tak Anda percayai mulai saat ini. (*)