Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Eksekusi Terpidana Mati

Makanan Khas Vietnam Jadi Permintaan Terakhir Terpidana Mati Ini

Seorang terpidana yang saat ini dititipkan di LP Wanita Bulu, Semarang, kasus narkotika yang merupakan warga Vietnam,

Editor: Sesri

TRIBUNPEKANBARU.COM, SEMARANG -  Seorang terpidana yang saat ini dititipkan di LP Wanita Bulu, Semarang, kasus narkotika yang merupakan warga Vietnam, Tran Thi Bich Hanh, dikunjungi petugas dari kedutaan Vietnam, Kamis (15/1/2015) pagi kemarin.

Kalapas Wanita Bulu, Suprobowati mengatakan, kunjungan kedutaan Vietnam tersebut untuk menyampaikan beberapa hal kepada Tran Thi atau yang akrab disapa Asyin di Lapas Bulu.

"Mereka menyampaikan kalau keluarga Asyin tidak bisa datang menemuinya. Karena memang dia melarang keluarga datang," katanya, Jumat (16/1/2015).

Selain itu, Suprobowati menuturkan, saat dikunjungi petugas Kedutaan tersebut, Tran Thi meminta agar dicarikan makanan khas Vietnam yaitu Poo. Makanan tersebut berupa mie berkuah yang dicampur dengan potongan daging ayam.

"Dia minta makanan khas itu sebelum nantinya diekskusi. Dan kemarin pas Kedutaan datang, dia dibelikan. Makanan itu hanya ada di satu tempat kalau di Semarang, jadi nyarinya cukup sulit," ungkapnya.

Hanh tertangkap tangan membawa 1.104 gram sabu sabu senilai Rp 2,2 miliar oleh petugas Bea Cukai Bandara Adisumarmo, Surakarta, pertengahan 2011 lalu. Terpidana asal Vietnam tersebut terbang dari Kuala Lumpur tujuan Solo.

Selama proses penyelidikan, terpidana menjadi penguni rutan Boyolali, namun setelah putusan pengadilan, wanita yang dikenal ratu sabu tersebut dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan Bulu, Semarang, Jawa Tengah.

Ratu sabu asal vietnam tersebut divonis mati oleh hakim. Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan jaksa yang meminta hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup.(tribunjateng)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved