Jumat, 24 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pejuang Mindanao 11 Jam Bertempur Tewaskan 49 Polisi Filipina

Zulkifli berasal dari Malaysia adalah tokoh paling penting dari 10-12 tokoh Jamaah Islamiah yang diduga bersembunyi di Filipina.

Penulis: Nurul Qomariah | Editor:

MANILA, TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebanyak 49 anggota pasukan komando Kepolisian Filipina tewas usai terlibat baku tembak dengan pemberontak Front Pembebasan Islam Moro (MILF). Demikian keterangan kepolisian Filipina, Senin (26/1/2015).

Baku tembak selama 11 jam itu pecah setelah pasukan polisi memasuki Kota Mamasapano dikuasai pasukan MILF, Minggu (25/1/2015) sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat.

Pasukan kepolisian masuk ke kota itu tanpa berkordinasi dengan pasukan pemberontak seperti diamanatkan dalam kesepakatan gencatan senjata yang ditandantangani pemerintah Filipina dan MILF pada Maret tahun lalu.

Juru bicara kepolisian wilayah Mindanao, Judith Ambong mengatakan, jasad ke-49 polisi itu sudah dipindahkan ke sebuah kamp militer. Namun, Judith tidak menjelaskan jumlah anggota MILF yang tewas dalam baku tembak itu.

"Insiden ini akan menjadi sebuah masalah besar," kata pimpinan tim negosiator MILF Mohagher Iqbal kepada AFP.

Meski demikian, baik pihak MILF dan pemerintah Filipina menjamin perjanjian gencatan senjata masih berlaku.

Sementara itu, kepala kepolisian nasional Leonardo Espina dan sekretaris pemerintah setempat Manuel Roxas terbang ke kota Manguindanao, Mindanao, kemarin.

Dalam pernyataan resminya, Espina mengatakan, keberadaan pasukan khusus kepolisian di Kota Mamasapano itu adalah bagian dari pengejaran seorang tersangka utama dalam sebuah serangan bom belum lama ini di Filipina selatan.

Sedangkan Iqbal meyakini pasukan polisi itu tengah mencoba untuk menangkap seorang anggota Jamaah Islamiah setempat, Zulkifli bin Hir alias Marwan. Pria in masuk dalam daftar buronan AS dengan hadiah 5 juta Dolar AS untuk penangkapannya.

Zulkifli berasal dari Malaysia adalah tokoh paling penting dari 10-12 tokoh Jamaah Islamiah yang diduga bersembunyi di Filipina. Dia sudah bersembunyi di Filipina selatan sejak 2003 dan melatih anggota kelompok militan setempat. Pemerintah Filipina juga tengah mengejar Basit Usman, komandan faksi pemberontak BIFF yang menolak pembicaraan damai dengan pemerintah. (afp/rul)

Tags
Mindanao
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved