Cerita Pendayung Sampan Bermimpi Sungai Siak Bisa Bersih
Bukan saya saja yang pakai sampan di sungai ini. Tapi juga ada pencari ikan pakai sampan.
Penulis: | Editor:
Laporan: Sari Rezki Antika
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bau busuk mulai tercium ketika saya menunggu sampan Subhan di tepi sungai Siak di dekat pelabuhan Pasar Bawah, Selasa (27/1/2015). Terlihat begitu banyak eceng gondok, sampah berserakan, dan sampah hayut dibawa arus.
"Memang banyak sampah, kadang banyak orang yang buang sembarangan. Padahal di tepi ini (tempat di tempat penumpang naik) tidak ada orang tinggal. Harusnya ada petugas yang bersihkan sungai, kan jadinya bersih," kata seorang pendayung sampan, Subhan, Selasa (27/1/2015).
Ia mengatakan eceng gondok ini akan terus hidup jika tidak diambil. Sampah bisa tersangkut ke perahu dan kapal jika sudah terlalu banyak.
"Bukan saya saja yang pakai sampan di sungai ini. Tapi juga ada pencari ikan pakai sampan. Kalau bersih sungainya kan dia dapat banyak ikan," katanya.
Air Sungai Siak memang saat ini terlihat kuning dan kotor. Dari informasi yang dihimpun, masyarakat yang tinggal di tepi sungai terdalam itu tidak bisa mengkonsumsi air sungai karena bau. (*)
Apa langkah pemerintah untuk mengendalikan kondisi Sungai Siak tersebut? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi BESOK. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.
FOLLOW Twitter @tribunpekanbarun dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru