Opini

Efek Rumah Kaca vs Rumah Gadang

Ketika mereka di Padang tahu bahwa berasal dari Lombok yang notabenenya dekat sama Bali.

Efek Rumah Kaca vs Rumah Gadang
internet

APA yang paling unik mengukir arsy di Sumatera Barat tepatnya di Padang dan daerah di sekitarnya? Adalah kontruksi atap Rumah Gadang. Sepertinya,, kasus munculnyan kata, efek 'RUMAH KACA" pun tidak dimaksudkan padanya. Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.

Dan di Sumatera Barat, sepertinya kontruksi atap RUmah Gadang pun sudah menjawabnya. Secara geografi kota Padang terletak di pesisir pantai barat pulau Sumatera, dengan garis pantai sepanjang 84 km. Luas keseluruhan Kota Padang adalah 694,96 km², dan lebih dari 60% dari luas tersebut, sekitar ± 434,63 km² merupakan daerah perbukitan yang ditutupi hutan lindung, sementara selebihnya merupakan daerah efektif perkotaan.

Sedangkan keadaan topografi kota ini bervariasi, 49,48% luas wilayah daratan Kota Padang berada pada wilayah kemiringan lebih dari 40% dan 23,57% berada pada wilayah kemiringan landai.

Ketika mereka di Padang tahu bahwa berasal dari Lombok yang notabenenya dekat sama Bali. Mereka langsung antusias bicara soal Pariwisata. Tentu soal aksen pantai dan pesisirnya. Dan ketika aku katakan bahwa di sepanjang SUmatera dari Lampung sampai Padang pun memiliki pantai yang sama cantiknya. Terkesan mereka kurang begitu meyakininya.

Mungkin oleh sebab pariwisata identik sama bule-bule atau wisatawan mancanegara. Dengan sedikit arogan saya katakan. "Lombok pun sebenanrnya bukan menjadi tujuan wisata. Lombok itu semacam tempat buangan sisa-sisa masa tinggal toruism selama di Bali. Biro Travelinglah yang memplot mereka untuk sejenak menengok Lombok. Bagiku, jangankan bule luarnegeri, semasa kanak-kanakku pun, mendengar tujuan wisata sekolah ke Bali akan seperti hadiah naik haji saja rasanya.

Mungkin sebab di Bali tradisi begitu mengakar. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, upacara atau prosesi agama akan kita jumpai. Ada yang mengatakan agama mereka adalah tradisi itu sendiri. Tentu ini bukan semacam penghakiman, untuk mengatakan seolah-olah bahwa dunia pariwisata itulah sebagian agama rakyat Indonesia. Sebab dari pariwisata Indonesia terkenal di dunia. Dan Bali adalah keistimewaannya.

Jadi kalau ada politikus atau Bisnismen, berterima kasihlah pada Bali. Sebab dari padanya anda eksis. Benarkah? Pun soal kisruh KPK dan Institusi POLRI, semisal begitu.

Saya selalu menekankan pada daerah yang saya lawati di seluruh propinsi di Indonesia sejak 2005. Bahwa keistimewaan Lombok justru pada Gunungnya. Yaitu Gunung Rinjani. Gunung dengan ketinggian di atas 3000 dan menjadi peringkat ketiga ketinggiannya setelah Semeru di Jawa Timur.

Bukan saja memiliki panorama eksotik. Tapi juga meninggalkan riwayat eksentrik. Khususnya bagi penggemar 'DUNIA LAIN". Tentu kalimat terakhir ini sekedar menguatkan tulisan semata. Tapi benar, bahwa disamping Gunung Rinjani, ada juga tiga Gili atau tiga pulau yang tak kalah eksotiknya.

Yaitu, Gili Meno, Gili Air dan Gili Terawangan. Pasir putih dengan terumpu karang dan ikan hiasnya dengan view dan latar gunungg rinjani, akan memanjakan pengunjung yang gemar berjemur di pesisirnya. Baiklah, kita tinggalkan soal Pariwisata. Mari kita kembali bicara soal eksotisme Rumah Gadang Sumatera Barat.

Halaman
123
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved