Binaragawan Minum ASI Sebagai Suplemen?
Binaragawan dilaporkan menggunakan ASI sebagai suplemen untuk otot. ASI ini mereka dapatkan dengan membeli secara online
TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebagai seorang ibu baru, Rebecca mendapatkan berbagai pertanyaan aneh dari orang asing tentang Air Susu Ibu (ASI). Tapi pertanyaan yang baru-baru ini ditujukannya pada membuat ia heran dan menjadi pembicaraan dimana-mana.
Ketika itu ia dihampiri oleh seorang pria yang menanyakan apakah ia tengah menyusui anaknya. Pertanyaan ini tentu bukanlah hal yang asing baginya.
Namun beberapa menit kemudian pria tak dikenal mulai terlihat gugup dan mulai bertanya apakah ia tertarik untuk menjual ASI-nya.
"Mendengar hal itu aku langsung menatapnya aneh dan berkata, jika Anda butuh ASI sekarang sudah ada bank ASI untuk bayi yang membutuhkan. Dan dia berkata, oh tidak. ASI itu untuk saya, saya seorang binaragawan dan CrossFit,"terang Rebbeca seperti yang dilansir dari Metro.co.uk.
Dilansir dari Dailymail, binaragawan dilaporkan menggunakan ASI sebagai suplemen untuk otot. ASI ini mereka dapatkan dengan membeli secara online dengan harga 6 poundsterling per ounce, atau setara dengan Rp 100 ribuan per 29,5 ml.
Para penggemar gym diketahui tengah mencari suplemen baru untuk memperbesar otot. Mulai dari protein hingga penggunaan steroid.
Mantan Binaragawan Brett Schoenfeld, Asisten Profesor Ilmu Olahraga di CUNY Lehman di New York City mengatakan orang akan membayar mahal untuk mendapatkan hal tersebut.
"Ini memang tidak umum, tapi saya kenal yang melakukannya. Hal ini memang tidak dibicarakan secara terbuka di forum binaraga di internet,"terangnya.
Dr Jacques Mortiz di New York, kepada ABC News mengatakan kandungan spesifik di ASI membuat orang-orang dewasa ingin meminumnya untuk menambah massa otot. ASI memiliki sifat khusus yang membuatnya unggul dari hampir semua makanan lain.
Hal ini mungkin yang menyebabkan banyak yang menggunakannya meskipun harganya jauh lebih mahal dibandingkan dengan susu sapi. ASI yang dijual di internet biasanya tidak didinginkan dengan cara yang tepat dan beresiko terkontaminasi. (*)