Sabtu, 25 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Anda Suka Lempuk Durian? Ini Cara Buatnya Sehingga Tahan Lama

Makanan dengan bahan dasar murni daging durian ini ditambah gula menjadi oleh-oleh khas di Bumi Melayu Lancang Kuning, Riau.

Penulis: | Editor:

PEKANBARU, TRIBUNPEKANBARU.COM - Makanan yang berasal dari durian, rasanya manis dan sudah terkenal hingga luar negeri. Apalagi kalau bukan lempuk durian.

Makanan dengan bahan dasar murni daging durian ini ditambah gula menjadi oleh-oleh khas di Bumi Melayu Lancang Kuning, Riau. Ia bisa ditemukan di swalayan dan pusat oleh-oleh di Pekanbaru. Makanan berasal dari Kota Bengkalis ini termasuk kategori kue kering.

Untuk membuat lempuk durian ini meskipun bahannya mudah tetapi proses pembuatannya memakan waktu cukup lama. Saripah, warga Desa Jangkang, Kabupaten Bengkalis mengatakan, untuk membuat lempuk durian butuh waktu lebih kurang 4 jam.

“Lamo buat lempuk durian ini. Mengacau (mengaduk) bisa 4 jam. Sampai dah tak lekat (lengket) dekat kuali dah masak tu. Walaupun sikit atau banyak samo lamo membuatnyo,” ujar Saripah kepada TRIBUNPEKANBARU.COM, pekan ini.

Bahan-bahan diperlukan, lanjut ibu dua anak ini, antara lain durian dan gula. Durian yang digunakan durian masaknya bagus. Sehingga hasilnya lempuk durian akan lebih enak.

Perbandingannya satu kilogram (kh) durian sudah dibuang bijinya. Sedangkan gula putihnya seperempat kg. Cara membuatnya, masukkan durian ke dalam kuali, aduk terus hingga warnanya agak kemerahan macam gula merah. Setelah itu separoh masak baru masukkan gula.

”Gula ini tak boleh banyak-banyak sesuai takarannya saja. Kalau berlebih, jadi keras dan payah membungkusnya karena terlalu manis,” tutur perempuan biasa disapa Ipah ini.

Selanjutnya, terus diaduk hingga tidak lengket lagi dekat kuali. Kalau sudah tak lengket berarti sudah masak. Kemudian setelah dingin baru dibungkus dengan daun upih pinang biasanya.

“Ada juga yang bungkus dengan plastik. Tapi pakai daun upih pinang lebih tahan lama daripada bungkus pakai plastik,” tuturnya.

Sementara itu, untuk daya tahannya kalau tidak masuk kulkas bisa 15 hari. Tapi kalau masuk kulkas bisa sampai tujuh, 8 bulan masih tahan.

“Saye dah selalu buat. Rasanya tidak berubah dan tetap sedap. Walaupun tidak menggunakan pengawet dan murni dari durian dan gula ia tetap tahan lama. Kuncinya pada proses masaknya yang sangat lama,” kata Ipah.

Diakui Ipah, ia membuat lempuk durian untuk konsumsi keluarganya saja dan dibagikan dengan saudaranya. Ia memiliki sekitar 10 pokok durian di belakang rumahnya.

“Kalau tiba musim durian kadang sampai tak temakan, saya suka pilih yang agak masak merekah kulitnya lalu saya ambil isinya dan pisahkan bijinya. Lalu saya masuk ke kulkas, bila ada waktu saya buatlah lempuk duriannya. Kalau sudah terlalu masak kan tak sedap lagi asam rasanya, makanya saya selamatkan,” sebutnya.

Durian ini juga, lanjutnya, banyak juga orang yang dari luar daerahnya yang beli langsung. “Kalau harga durian sini murah. Satu biji bisa Rp 2.000. karena yang jual banyak. Apalagi kalau musim durian, sampai tak terjual lagi karena banyaknya. Di sini, memang rata-rata orang punya pokok durian dekat rumahnya,” kata Ipah.

Selain dimakan begitu saja, tambah Ipah lempuk durian ini juga sedap dimasukkan ke bubur kacang hijau atau bubur pulut hitam. “Rasanya macam makan bubur kacang hijau ditambah durian,” pungkasnya. (vina dwiyana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved