Minggu, 3 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kasus Trafficking

Pemilik Cafe Ngaku tak Pernah Paksa 2 ABG Layani Tamu di Kamar

Dua orang pemilik kafe, yakni seorang pria berinisial PS dan seorang perempuan berinisial RM, membantah telah memaksa dua gadis belia melacurkan diri

Tayang:
Editor: harismanto
TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Sejumlah ABG yang menjadi korban perdagangan manusia menutup mulut dengan masker saat ekspos di Polresta Pekanbaru, Para wanita tersebut diamankan saat penangkapan tersangka penjualannya dari sebuah cafe di Kel Kulim, Kec tenayan Raya, Rabu (11/3/2015). Kedua pelaku adalah Pantas Sitorus alias Fauzi dan pemilik cafe, Riska. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua orang pemilik kafe, yakni seorang pria berinisial PS dan seorang perempuan berinisial RM, membantah telah memaksa kedua gadis belia tersebut melacurkan diri.

“Mereka dikenalkan oleh teman saya. Keduanya meminta dicarikan pekerjaan. Saya tawari pekerjaan di kafe milik saya. Saya juga sudah terangkan mereka nantinya bekerja melayani tamu yang minum di kafe," terang RM.

Ia akui, SS dan SK sudah diberitahu jika ingin uang tambahan atau uang lebih selain tips dari tamu, mereka bisa ngamar dengan tamu tersebut. "Saya hanya katakan jika mau uang lebih, maka melayani tamu di kamar. Mereka sudah tahu itu. Saya tidak pernah memaksa. Uang yang mereka dapat juga untuk kebutuhan mereka," kata RM.

Selain biaya transpotrasi dari Serang ke Pekanbaru, utang-utang mereka termasuk untuk biaya sewa kamar. "Saya tidak ada potong untuk uang makan. Hanya untuk sewa kamar saja. Saya kan juga ngontrak disana. Sedangkan untuk biaya transportasi mendatangkan mereka dari Serang, saya minta Rp 700 ribu. Itu saya catat " papar RM.

Masih dikatakan RM, sebelum memastikan bekerja di kafe, sudah ada surat perjanjian yang ditandatangani keduanya. Surat perjanjian tersebut berisi tentang kesanggupan keduanya bekerja sesuai dengan yang diterangkan. Yakni, melayani tamu serta jika mau uang lebih melayani tamu di dalam kamar.

"Mereka sejak awal sudah tahu pekerjaannya tidak hanya melayani tamu minum. Kenapa sejak awal tidak mengadu?" kata dia.

Ditanya soal penyekapan, RM juga membantahnya. Menurutnya, selama bekerja dikafe, seluruh pekerjanya tidak disekap. Termasuk saat polisi melakukan penggerebekan, saat itu seluruh pekerja sedang ada didepan melayani tamu yang minum. "Saya menilai laporan tersebut sebagai persaingan bisnis. Ada orang yang tidak senang dengan saya, " ucapnya. (Tribun Pekanbaru Cetak)

Bagaimanakah pengakuan korban human trafficking ini saat diperiksa polisi? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru edisi HARI INI. Simak lanjutannya di www.tribunpekanbaru.com.

FOLLOW Twitter @tribunpekanbaru dan LIKE Halaman Facebook: Tribun Pekanbaru

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved