Jaringan Kelompok ISIS

10 Dokter Ditembak Mati Karena Tolak Rawat Anggota ISIS yang Terluka

Sejumlah militan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengeksekusi 10 dokter yang menolak merawat anggota-anggota ISIS yang terluka

10 Dokter Ditembak Mati Karena Tolak Rawat Anggota ISIS yang Terluka
dailymail
Sejumlah militan dari Negara Islam Irak dan Suria (ISIS) mengeksekusi 10 dokter yang menolak merawat anggota-anggota ISIS yang terluka 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sejumlah militan dari Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengeksekusi 10 dokter yang menolak merawat anggota-anggota ISIS yang terluka, Jumat (10/4/2015).

Dilansir Dailymail, eksekusi tersebut mengambil tempat di area pertempuran, 15 mil dari kota Mosul Irak Utara, kesepuluh dokter tersebut dieksekusi dengan cara ditembak di bagian kepala.

Menurut laporan yang dikeluarkan Al-Sumaria satellite television network, ISIS terlibat pertempuran dengan kelompok lokal di area Hammam al-Alil, sejumlah jihadis ISIS mengalami cedera dan membutuhkan perawatan medis.

Para dokter yang diyakini tidak mendukung segala aktivitas ISIS dan menolak merawat para Jihadis yang terluka.

Hal itu membuat ekstrimis ISIS naik pitam hingga membunuh para dokter dengan sangat kejam.

Mereka mati setelah sejumlah peluru ditembakan ke kepala mereka.

Pejabat setempat, Mowaffaq al Azawi memberikan pandangannya mengenai kota Mosul yang saat ini dikuasai sepenuhnya oleh ISIS.

Ia mengatakan kota Mosul seperti sebuah penjara besar, para penduduk dipimpin oleh kelompok biadab.

Berita tersebut menguap setelah para jihadis ISIS dilaporkan telah mengeksekusi 60 penganut Sunni di provinsi Anbar, Irak.

Suku lokal seperti Al-Karableh, Albu Ubaid, Albu Mahal and Albu Salman juga dibantai setelah dituduh bekerjasama dengan militer Irak memerangi ISIS.

Sementara itu Militer Irak dibantu relawan dari militan Syiah berhasil menekan ISIS keluar dari kota kelahiran Saddam Hussein, yaitu kota Tikrit.

Pemerintah Amerika Serikat melallui Sekretaris Pertahanan, Ash Carter mengatakan Amerika Serikat telah membuat kemajuan pesat melawan ISIS di Irak tapi belum bisa memprediksi berapa lama perang akan berlangsung. (Tribunsumsel/Dailymail)

Tags
ISIS
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved