Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Ujian Nasional 2015

Bisakah Soal Ujian Nasional Berbasis Komputer Bocor?

Namun, keterbatasan perangkat personal computer (PC) sebagai alat aplikasinya, membuat pelaksanaan ujian

Editor:

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - SMKN 26 Rawamangun, Jakarta Timur menjadi salah satu dari 30 sekolah yang bakal menerapkan sistem ujian berbasis komputer atau computer based test (CBT). Sistem tersebut, dinilai sebagai langkah solutif mencegah kebocoran soal Ujian Nasional (UN) daripada sistem paper based test (PBT).

"Justru itu (CBT) bisa meminimalisir terjadinya kebocoran soal. Karena soal yang dihadapi akan berbeda-beda untuk setiap peserta ujian," kata Kepala SMKN 26, Anas Rosich, Sabtu (11/4/2015).

Untuk pelaksanaan UN di SMKN 26, ada 367 peserta didik yang akan menjajal sistem tersebut.

Namun, keterbatasan perangkat personal computer (PC) sebagai alat aplikasinya, membuat pelaksanaan ujian akan dibagi menjadi tiga gelombang. Yaitu, pagi, siang dan sore.

"Ada tiga gelombang dan akan dibagi keempat lab komputer. Lalu, jika total peserta didik sebanyak 367 orang dibagi menjadi tiga, maka untuk satu gelombangnya akan diikuti 125 peserta ujian," ujarnya.

Anas mengklaim anak didiknya mengaku lebih nyaman dengan sistem CBT. Apalagi, di era teknologi serba internet saat ini, lanjutnya, pelajar sudah terbiasa dengan sistem komputer.

"Kami sudah survei dan melakukan try out hingga lima kali. Hasilnya, anak-anak lebih nyaman pakai CBT daripada PBT. Katanya (anak didik) lebih enak, tinggal klik aja. Enggak usah bulet-buletin lembar jawaban," ucap dia.

Terkait perangkat software dan hardware, Anas mengaku tidak ada kendala berarti. Termasuk infrastruktur pendukung lainnya.

Hal tersebut, lanjutnya, telah disiapkan jauh hari sebelumnya. "Setting-nya diatur langsung dari teknisi Kemendagri. Kita tinggal aplikasikan saja," ucap dia.

Pada pelaksanaan UN tahun ini, ada 30 sekolah di seluruh DKI yang ditunjuk pemerintah pusat untuk melaksanakan ujian dengan sistem CBT.

Rinciannya, satu sekolah tingkat SMP, tiga tingkat SMA dan 26 tingkat SMA. Sistem tersebut menjadi perintis yang baru diujicobakan pada tahun ini.

Untuk diketahui sebelumnya, pelaksanaan UN kerap menjadi polemik terkait bocornya soal dan kunci jawaban. Padahal, proses pendistribusian naskah soal selalu mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved