Minggu, 26 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Anggun C Sasmi Minta Jokowi Batalkan Hukuman Mati WN Prancis

Surat itu berisi permohonan agar Presiden Joko Widodo bisa memberikan pengampunan atau grasi untuk terpidana mati kasus narkoba asal Prancis

Editor: Sesri
Tribunnews
Anggun C Sasmi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Penyanyi Anggun C Sasmi yang kini menetap di Prancis mengirim surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo.

Surat itu berisi permohonan agar Presiden Joko Widodo bisa memberikan pengampunan atau grasi untuk terpidana mati kasus narkoba asal Prancis, Serge Atlaoui (51).

Dalam surat terbuka ditulis dalam bahasa Indonesia dan Prancis di laman Fanpage Facebook miliknya, Anggun menyebutkan ia merasa sangat beruntung bisa tinggal di negara yang sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

Sebagai wanita dan juga artis, lanjut Anggun, ini adalah sumber inspirasi yang sangat berharga.

Ia pun mengaku mengerti dampak negatif dari narkoba terutama di Indonesia.

Anggun juga sangat setuju dan selalu mendukung pemberantasan narkoba di dunia.

"Tetapi saya juga yakin bahwa hukuman mati bukan satu solusi untuk menurunkan tingkat kriminalitas atau untuk menjaga kita dari semua kejahatan. Hukuman mati menurut saya adalah kegagalan sisi kemanusiaan juga hilangnya nilai nilai hukum keadilan. Hukuman mati bukanlah keadilan, apapun penyebabnya," tulis Anggun.

Menurut Anggun, hukuman yang diberikan terhadap Serge Atlaoui membangunkan emosi yang sangat dalam di Eropa, terutama di Prancis.

"Saya termasuk orang yang merasakan ini karena banyaknya sisi-sisi keruh yang akhirnya terlihat lebih jelas di dalam kasus pengadilan Bapak Serge Atlaoui, keraguan yang membuat keputusan hukuman mati menjadi tidak dimengerti karena banyaknya ketidaktentuan dalam kasus beliau. Selain itu saya pribadi yakin bahwa Bapak Serge Atlaoui tulus dan jujur," katanya.

"Di Eropa, Indonesia sekarang terkait oleh image negara yang membunuh. Hati saya berdebar lagi tapi kali ini karena kepedihan, saya tidak ingin wajah Indonesia tergores seperti ini dan dihakimi oleh dunia sedangkan Indonesia yang saya tahu dan impikan adalah negara yang toleran dan berikhwan," tulisnya lagi.

Karena itu, Anggun pun meminta Presiden Joko Widodo, atas nama kemanusiaan yang adil dan beradab untuk memberi Grasi kepada Serge.

"Sebagai putri Jawa, dengan hormat saya memanggil jiwa kemanusiaan Bapak yang selama ini menjadi karakteristik dan menggambarkan jalan hidup Bapak, saya memohon agar Bapak bisa memberi Grasi untuk Bapak Serge Atlaoui," katanya.

Seperti diketahui, Serge divonis mati pada 2007 oleh Mahkamah Agung atas kasus narkoba setelah terbukti terlibat dalam pengoperasian pabrik ekstasi terbesar di Asia yang berlokasi di Cikande, Kabupaten Serang, Banten, sebagai salah seorang peracik obat adiktif tersebut.

Namanya masuk dalam daftar narapidana yang akan dieksekusi tahap dua oleh Kejaksaan Agung bersama 10 orang lainnya. Grasi Atlaoui ditolak Presiden Joko Widodo melalui Keppres no 35/G Tahun 2014. (tribunjabar)

//

Surat terbuka untuk Bapak Presiden Joko WidodoYang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo,Seperti yang mungkin bapak...

Posted by Anggun Cipta Sasmi on 22 April 2015
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved