Sabtu, 11 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kapal Wisata Pengangkut Waria Tenggelam, 2 Orang Tewas

Sebelum kapal yang kami tumpangi tenggelam, kondisi laut ombaknya tinggi dan kapal kami terhantam ombak

Editor:

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEGAL - Sebuah kapal nelayan yang dijadikan kapal wisata karam di perairan Pulau Biawak Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Jumat (24/4/2015) kemarin sekitar pukul 13.00.

Adapun kapal yang mengangkut sembilan orang rombongan waria dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) itu sedianya menuju ke Pulau Biawak untuk berekreasi, semuanya warga Indramayu dan Cirebon, dua di antaranya tewas tenggelam lantaran tidak kuat terombang-ambing di laut.

Dua korban yang tewas ‎yakni, Mimin alias Raiman (60) dan Yuyun alias Sudiyono (60). Mereka berdua warga Indramayu Jawa Barat.

"Sebelum kapal yang kami tumpangi tenggelam, kondisi laut ombaknya tinggi dan kapal kami terhantam ombak setinggi tiga meter lebih dan akhirnya kapal tenggelam,"ujar seorang penumpang ABK Novi alias Katno, di Mapolsek Pelabuhan Kota Tegal, Sabtu (25/4/2015).

‎Setelah kapal tenggelam, ia dan sebelas penumpang kapal terombang-ambing dilaut sekitar satu jam. Namun, beruntung kapal nelayan Kapal Motor (KM) Bangkit Bahari asli Tegal yang saat melintas disekitar lokasi kejadian. dan selanjutnya memberikan pertolongan.

"Kami semua sempat terombang-ambing dilaut sekitar satu jam. Beruntung ada kapal nelayan yang lewat dan kemudian menolong kami satu per satu,"ujar dia.

Dia menambahkan, kapal yang ia tumpangi hanya ada enam pelampung. Jadi, saat kapal tenggelam hanya ada enam orang yang menggunakan pelampung. Kemudian sisanya terombang-ambing tanpa menggunakan pelampung udara.

"Hanya enam orang saja yang pakai pelampung saat tenggelam di laut. Sisanya tidak pakai pelampung,"ungkapnya.

Dua temanya yang tewas, kata Novi, lantaran tidak kuat terombang-ambing di laut. Sehingga, akhirnya tewas tenggelam. "Dua teman saya yang tewas tenggelam. Juga diselamatkan oleh nelayan itu,"ucapnya.

Setelah mereka semua diselamatkan oleh nelayan, mereka semua dibawa oleh nelayan ke pelabuhan Kota Tegal dan selanjutnya melapor ke Mapolsek Pelabuhan Kota Tegal.

Sementara itu, Nahkoda Kapal Wisata Cahya mengaku, ‎kapal yang ia kemudikan membawa 12 orang termasuk ABK. Namun, saat perjalanan menuju pulai Biawak, tiba-tiba mesin mati dan tak berselang lama dihantam ombak setinggi lebih dari 3 meter. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved