Getaran Gempa Nepal Tak Kurangi Ketinggian Gunung Everest

Berdasarkan data seismologi awal yang diperoleh dari gelombang suara yang berjalan melintasi Bumi

Getaran Gempa Nepal Tak Kurangi Ketinggian Gunung Everest
Channel News Asia
Helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi pendaki yang masih terjebak di Gunung Everest 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIDNEY - Gempa dahsyat yang menghancurkan Nepal dan menewaskan tak kurang dari 4.000 orang mengangkat wilayah selatan kota Kathmandu setinggi beberapa meter namun ketinggian Gunung Everest nampaknya tak berubah akibat bencana ini.

Berdasarkan data seismologi awal yang diperoleh dari gelombang suara yang berjalan melintasi Bumi setelah gempa terjadi, tanah di bawah ibu kota Kathmandu kemungkinan telah bergeser sejauh tiga meter ke selatan. Demikian pakar tektonik dari Universitas Cambridge James Jackson.

Analisa Jackson itu serupa dengan yang disampaikan Sandy Steacy, ketua departemen ilmu fisika Universitas Adelaide. "Nampaknya gempa bumi itu terjadi di patahan Himalaya, sebuah batas patahan yang memisahkan wilayah utara anak benua India dan Eurasia," ujar Steacy.

"Patahan itu bergerak sekitar 10 derajat ke utara-timur laut. Pergerakan yang terjadi melintasi zona patahan itu sejauh tiga meter, di sebelah utara Kathmandu," tambah dia.

Patahan itu terletak di bawah dua lempeng tektonik, satu lempeng yang membuat India bergerak ke utara ke arah lempeng Eropa dan Asia sejauh dua sentimeter per tahun, yang merupakan proses terjadinya pegunungan Himalaya.

Mark Allen, dari Departemen Ilmu Alam Universitas Durham di Inggris, menjelaskan bahwa bebatuan di atas patahan itu bergerak ke selatan melintasi bebatuan di bawahnya, menyebabkan secara umum ukuran kerak Bumi di wilayah itu memendek. "Sederhananya Kathmandu telah bergeser sejauh tiga meter," ujar Allen.

Sementara kota Kathmandu bergeser, namun nampaknya ketinggian Gunung Everest hanya berubah dalam ukuran milimeter, sebab gunung itu tak berada tepat di atas patahan penyebab gempa.

"Pergerakan utama terjadi di sebelah utara Everest, gunung itu tak berada tepat di atas patahan," kata Steacy.

"Artinya, pergerakan patahan ini terbilang sangat dangkal sehingga pergerakan tiga meter horizontal tak berpengaruh banyak secara vertikal," tambah Steacy.

Seorang profesor seismologi dari Universitas Edinburgh, Ian Main mengatakan kemungkinan ada perubahan kecil terhadap puncak Everest, namun saat ini masih terlalu dini untuk disampaikan. (*)

Tags
Nepal
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved